CEO Danantara: Investasi Proyek Pembangkit Sampah di Jakarta Mencapai Rp 17,4 Triliun (cuma 15 hari MBG)

Bos Danantara Rosan Roeslani memperkirakan nilai proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan kapasitas 8.000 ton per hari mencapai US$ 1 miliar atau Rp 17,4 triliun (asumsi kurs Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat).

Rosan menjelaskan, besaran investasi sangat bergantung pada kapasitas fasilitas yang akan dibangun. Untuk skala kecil, kebutuhan investasi berkisar Rp2 triliun untuk kapasitas 1.000 ton sampah per hari.

“Tapi kalau 2.000 ton bukan berarti dikali dua, nggak juga. Jadi ini kalau saya bicara 8.000 ya, kalau 8.000 yang investasinya kurang lebih ya US$ 1 miliar,” ucap Rosan saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

17,4 TRILUN ITU KECIL SEKALI…. CUMA 15 HARI MBG

Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun PSEL

Adapun pemerintah DKI Jakarta telah menandatangani nota kesepahaman proyek PSEL dengan Danantara.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026), disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Melalui kerja sama itu, pemerintah DKI Jakarta sepakat membangun infrastruktur pengolahan sampah menjadi listrik di dua lokasi:

  • Lokasi pembangunan proyek PSEL itu adalah Bantar Gebang, Bekasi
  • dan Tanjungan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Dari dua lokasi tersebut, Rosan memperkirakan terdapat 8.000 ton sampah per hari yang bakal diolah menjadi listrik.

Ia mengatakan saat ini pembangunan PSEL sedang dalam proses. Ia mengatakan pemerintah sedang mengkaji lokasi yang menjadi prioritas pembangunan.

Dengan proyek pengolahan sampah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan DKI Jakarta akan bebas dari sampah dalam kurun waktu dua tahun. “Mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi,” katanya.

Zulkifli mengatakan timbunan sampah di Jakarta bisa mencapai 8.000 ton per hari. Sementara itu, mayoritas langkah penanganan sampah dilakukan dengan mengandalkan pembuangan terbuka atau open dumping seperti di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Namun, sejumlah pembuangan terbuka termasuk Bantar Gebang telah melebihi kapasitas. Ia memperkirakan tumpukan sampah di Bantar Gebang setara dengan gedung 17 lantai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar