BIADAB! Pakistan Bom Kabul, Bangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba Terkena, Lebih dari 400 Orang Tewas

KABUL – Rezim militer Pakistan melakukan serangan udara terhadap Rumah Sakit Pengobatan Kecanduan Omid di Kabul, ibu kota Afghanistan, sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada Senin malam (16/3/2026).

Fasilitas rehabilitasi narkoba berkapasitas 2.000 tempat tidur itu mengalami kerusakan parah di sejumlah bagian besar, dengan api melanda lokasi pasca-serangan. Tim penyelamat masih berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban serta jenazah yang tersisa.

Wakil juru bicara Emirat Islam Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengatakan bahwa setelah pemboman oleh rezim militer Pakistan tadi malam terhadap pusat rehabilitasi narkoba di Kabul, jumlah korban tewas sejauh ini telah meningkat menjadi 400, sementara jumlah korban luka mencapai 250.

Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk Afghanistan, Richard Bennett, telah menyatakan keprihatinan atas korban sipil dalam serangan terhadap pusat perawatan narkoba tersebut.

Bennett menyampaikan simpati kepada keluarga para korban dan mendesak Kabul dan Islamabad untuk mengurangi ketegangan dan menghormati hukum internasional, termasuk melindungi warga sipil dan tempat umum seperti rumah sakit.

Yayasan Hak Asasi Manusia Internasional juga mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa tempat umum seperti rumah sakit tidak boleh dijadikan sasaran.

Organisasi tersebut menyatakan bahwa komunitas internasional harus melakukan penyelidikan independen terhadap serangan tersebut dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Yayasan Hak Asasi Manusia Internasional juga mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit dan tempat umum serupa merupakan pelanggaran hukum internasional yang jelas dan bahwa komunitas internasional tidak boleh tinggal diam.

Ini bukan kali pertama militer Pakistan menargetkan warga sipil di Afghanistan. Sebelumnya, mereka juga menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, di berbagai provinsi di negara tersebut.

Juru bicara Emirat Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid, juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan TOLOnews bahwa waktu untuk diplomasi dengan Pakistan telah berakhir dan serangan itu harus dibalas.

Sumber: TOLOnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. taliban mundur lah dari perbatasan dan jgn merusuh di balochistan, keutuhan kedaulatan pakistan jauh lebih penting daripada negara gajelas macam afganistan

  2. Dulu sebagian wilayah perbatasan pakistan itu adalah milik Afganistan, tapi diberikan kolonial inggris kepada pakistan, persis cerita yerusalem palestina yg diberikan kolonial inggris ke yahudi (menjadi israhell sekarang)