Belum di otopsi tapi Dinas Kesehatan Bandung Barat sudah langsung kesimpulan: Siswa meninggal Bukan karena MBG

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT
DINAS KESEHATAN
LAPORAN KRONOLOGIS KEJADIAN
Nomor 400.7.7.1/X.1.1/P2P


Riwayat penyakit : Sakit lambung

Riwayat pemeriksaan setelah konsumsi MBG : tidak pernah periksa di posko, puskesmas, maupun di rumah sakit karena tidak merasakan gejala Pusing, Mual, Muntah sampai dengan hari senin tgl 29 September.

Riwayat keluarga :

  • Pasien tinggal bersama kakaknya (Sindi, 25 tahun) dan kedua adiknya (M. Surya, 12 tahun kls 6 SD dan Raksa Wira, 8 tahun) yang masih duduk di Sekolah Dasar
  • Ibu pasien bekerja di Arab Saudi dan Bapak pasien kerja di Karawang
  • Berdasarkan penuturan Sindi (kakaknya) pasien jarang makan dan sarapan
  • Sedangkan menurut bapaknya kalo sedang ada suka sarapan nasi kuning

Riwayat kejadian: (Sumber : Saudara dan Kakak Pasien)

  • Tanggal Rabu 24 September 2025 pasien sekolah dan mengkonsumsi MBG sebanyak 2 porsi (karena ada temannya yg tidak mau makan). Pasien pulang ke rumah jam 14.00. Keluarga pasien menanyakan apakah ada dampak dari mengonsumsi MBG pada hari itu. Pasien mengeluhkan sedikit pusing.
  • Pasien sekolah pada hari Senin tanggal 29 September 2025 dan berangkat jam 06.30 tapi kemudian pasien mengeluh pusing sehingga memutuskan pulang jam 13.00 WIB
  • Tiba di rumah pasien diberi obat bodrex sebanyak 1 tablet dapat beli dari warung, setelah diminum lalu tertidur di kamar
  • Selasa tanggal 30 September 2025 pukul 03.00 WIB pasien mengalami mual, muntah sebanyak 5 kali, dan sesak nafas lalu diberi air hangat dan tertidur kembali
  • Pada pukul 13.00 WIB, adik pasien (6 tahun) menemukan pasien sedang kejang dengan mulut berbusa dan wajah sedikit bengkak.
  • Adik pasien lalu segera melapor kepada bibinya (Nani, 52 tahun) terkait keadaan pasien. Selanjutnya pasien dibawa ke Bidan Praktek Mandiri di daerah Cihampelas
  • Bidan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan hasil 60/50 dengan kondisi wajah terlihat pucat, kejang, dan sesak nafas
  • Pukul 13.15 WIB bu bidan berkoordinasi dengan supir ambulans Desa untuk kemudian merujuk pasien ke RSUD Cililin tanpa bisa mendampingi karena sedang ada yang partus / melahirkan.
  • Di ambulans pasien sempat memberikan oksigen sebanyak 5 liter.
  • Pada pukul 13.30 WIB sampai ke RSUD Cililin diantar oleh Paman (Nanang, 50 tahun) dan sepupu pasien (Salwa, 19 tahun)
  • Pasien dinyatakan meninggal di perjalanan oleh dokter IGD RSUD Cililin.

Keterangan lain:

Keluarga pasien menuturkan bahwa setelah mengkonsumsi MBG pasien mengkonsumsi makan seperti biasa ketika sedang di sekolah dan di rumah dan tidak mengetahui pasien mempunyai riwayat penyakit apapun sewaktu kecil.

Kesimpulan:

Pasien meninggal bukan akibat dari mengonsumsi MBG pada hari Rabu, 24 September 2025. Pasien mengeluhkan gejala pada hari Senin, 29 September 2025 (lebih dari 2×24 jam dari mengonsumsi MBG). Setelah makan pada hari Rabu, pasien tidak berobat baik ke poskom puskesmas ataupun ke RSUD Cililin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *