“55.000 tiket konser Westlife 2027 ludes terjual hanya dalam waktu 8 jam !! Mana buktinya ekonomi seret?”
Narasi sumbang yang diulang-ulang setiap ada tiket konser terjual habis.
Well…
8 jam itu sebenarnya lama..
Tiket Sal Priadi yang cuma artis lokal saja, ludes hanya dalam waktu 15 menit.
Sedangkan untuk artis luar, Coldplay yang memegang rekor ludes dalam belasan menit, pada tahun 2023.
55.000 tiket, ini hanya 0,02% dari total populasi Indonesia.
Jelas ga bisa menggambarkan keadaan ekonomi mayoritas masyarakat Indonesia.
Orang kaya dengan saldo tabungan diatas 100 juta aja, jumlahnya cuma 2% dari populasi, masih jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah penonton Westlife.
Apalagi kalau head to head harga tiketnya, makin kelihatan perlemahan ekonomi di tahun 2026 ini.
Harga tiket Coldplay, tahun 2023, kisaran 800 ribu – 11 juta, butuh waktu hanya belasan menit untuk ludes.
Harga tiket Westlife, tahun 2026, kisaran 800 ribu – 2,75 juta, butuh waktu 8 jam untuk ludes.
Itupun ga menjamin mereka beli pake duit dingin. Banyak yang memanfaatkan paylater dan pin–jol sebagai sumber duit untuk beli tiket.
Jadi, ludesnya tiket konser tidak bisa dijadikan indikator kondisi ekonomi.
Paham gak Ted?
~Al Fatin~







af alias si Anonim Babi guRun alias BabRun gerombolan TerMul dan TerWo: “hanya kadrun pembenci mbah Wowo junjungan yg juga sesembahan ku aja yg gak mengakui kalau kepemimpinan junjungan ku itu sangat sukses‼️
Netizen cerdas: “woiii…obat ODGJ mu sudah diminum⁉️
😜😂😝🤣
cuma orang goblok yg menjadikan larisnya tiket konser sbg acuan kondisi ekonomi masyarakat
Kaum prilaku menyimpang kan otaknya di belakang bawah, jadi parameter pun sesuai ; lubang anus buat pembuangan malah dipakai buat pemasukan.
Lagian pembeli tiket sebgain besar calo koq bangga