Oleh: Jonru Ginting
Saya bukan pendukung Prabowo pada Pilpres 2024. Tapi setelah dinyatakan sebagai pemenang, saya berusaha menerima beliau, dan menaruh harapan agar beliau bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Saya bahkan sempat membuat beberapa posting yang isinya memuji beliau. Karena secara objektif, saya menilai bahwa beliau (saat itu) layak dipuji.
Tapi hari ini, saya menyatakan MENYESAL SEUMUR HIDUP karena mendukung beliau pada Pilpres 2014 dan 2019.
Ada tiga peristiwa yang melandasi penyesalan tersebut:
1. Beliau tidak mau menjadikan banjir Sumatera sebagai bencana nasional.
2. Program MBG. Sejak masih kampanye pun, saya sudah tidak setuju dengan program ini. Apalagi sekarang, karena pemerintah memberikan gaji besar kepada petugas MBG, tapi guru honorer tetap hidup menderita dengan gaji yang sangat kecil. Perut kenyang ternyata jauh lebih dipentingkan ketimbang memperbaiki kualitas pendidikan.
3. Ini yang paling fatal: Saat beliau gabung di Board of Peace buatan Trump dan menyumbang triliuan ke sana.
Kita udah repot-repot memboikot, eh dia malah menyumbang uang triliuan.
Jika misalnya banyak orang menuduh bahwa Prabowo pro 1sr4h33L dan pro p3nj4j4h, kita sebagai rakyat Indonesia pasti keberatan jika presiden kita dituduh seperti itu.
Tapi dengan fakta nomor 3 di atas, rasanya kita juga sangat sulit untuk membantah tuduhan tersebut.
Kalaupun misalnya (ini cuma misalnya lho ya…) kita demo untuk menggul1ngk4n Prabowo, maka yang naik jadi presiden adalah Gibran.
Ya, serba salah jadinya.
Entah apa dosa kita semua, sehingga harus punya pemimpin seperti itu.
Mari doakan saja, semoga Allah tetap memberikan perlindungan dan berkah kepada negeri ini. Aamiin…







Komentar