Habibie tidak melepas Timor Timur

By Tere Liye

Kamu perbaiki sedikit pemahaman sejarahnya:

1. Timor Timur itu tidak pernah jadi bagian Indonesia saat proklamasi kemerdekaan 1945. Lantas apa yang terjadi?

2. Timor Timur itu dijajah Portugis. Mereka berjuang sendiri buat merdeka sejak lama. Bukan hanya kita yang mau merdeka.

3. Kita duluan merdeka. Lantas tahun 1974, ada revolusi Anyelir di Portugal, yang mengubah kebijakan, semua tanah jajahan dilepas.

4. Terjadi kekosongan kekuasaan di Timor Timur. Perang saudara meletus. Kelompok yang menang cenderung komunis, Fretilin, memproklamirkan kemerdekaan Timor Timur.

5. Negara AS dan Eropa tidak mau Timor Timur jadi komunis. Sebagian kecil kelompok yang kalah meminta bantuan ke Indonesia yang Soeharto presidennya, memanfaatkan momentum ini.

6. Soeharto seolah-olah mendapat legitimasi, Operasi Seroja dikirim ke sana 1975. Narasinya: membebaskan Tim-Tim dari penjajahan kolonialisme. Tapi yang diserang justeru Fretilin yang memproklamirkan kemederkaan.

7. Kocaknya, seharusnya kalau sudah dibebaskan, Fretelin kalah, biarkan Tim-Tim merdeka dong, suruh kelompok lain di sana berkuasa, eeh malah dijadikan Provinsi ke-27 sama Soeharto. Itu artinya, sejak awal niatnya memang menguasai.

8. Kamu tahu korban sejak 1975 s/d 1999? 100.000 lebih penduduk sana mati. 4000 TNI mati.

9. PBB tidak pernah mengakui 24 tahun Indonesia ‘menguasai’ Tim-Tim.

Maka, saat Habibie memutuskan membuat referendum, itulah yang seharusnya terjadi. Rakyat Timor Timur diberikan kesempatan menentukan pilihannya.

Maka, dari berbagai fakta ini, berhak tidak Indonesia menjadikan Timor Leste provinsinya? Katanya kita ini anti penjajahan kan? Dalam pembukaan UUD 1945 jelas sekali ditulis kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Jangan sampai kita itu bersikap tidak adil. Giliran orang lain yang menjajah kita jejeritan tidak terima, giliran kita yang melakukannya? Boleh.

Habibie melakukan pengkhianatan? Apanya yang dikhianati? Duuh, pakai dikit otak kamu itu.

***

Hasil penelusuran Google AI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. beda dengan yg sy baca dan dr orang sana (mungkin bias juga).
    disana awal terjadi kekisruhan tp kl tentang pengumuman kemerdekaan reff sy tdk. Imdonesia masuk diminta awalnya utk evakuasi warga asing disana plus benar saat itu era perang dingin dan indo statusnya baru sj kelar dgn komunis. didukung negara barat dan warga sana masuklah RI setelah ada deklarasi dr beberapa suku disana. bj habibi buat referendum karena dapat info 60% warga tetap indonesia namun dia lupa saat itu barat juga sudah masuk kedalam via ngo dan pbb agar merdeka karena 2 alasan : celahntimor yg berisi.minyak dan gas besar tdk bisa dikuasai total dan alasan timtim adalah garda akhir agama katolik unt tdk menjd daerah islam!

  2. Sejarah Referendum 1999

    Melansir situs resmi UGM, disebutkan bahwa karena tuntutan dari negara-negara luar Eropa dan Asean agar Indonesia terus melakukan reformasi dalam politik dan khususnya membantu Propinsi yang ke 27 yaitu Timor Timur agar bisa menentukan nasibnya sendiri.

    Berhubungan dengan hal itu, desakan-desakan tetap dilakukan oleh Portugal sebagai bekas koloni Timor Leste, dengan Pemerintah Indonesia bersama menentukan masa depan Timor Leste. Sehingga sampailah Kesepakatan 5 Mei 1999 di New York yang terjadi antara Indonesia dan Portugal di bawah koridor PBB yang merancang suatu cara prosedur konsultasi melalui penentuan pendapat secara, rahasia, langsung dan universal.

    Perubahan politik dunia dan dalam negeri Indonesia yang Implikasinya terjadilah kebijakan pemerintah Indonesia atas Timor Leste, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung Indonesia telah memberi kepercayan kepada rakyat Timor Leste untuk menentukan nasibnya sendiri dengan cara melalui jajak pendapat (public election) untuk memilih Daerah Otonomi Khusus atau Merdeka.

    Maka realitasnya di lapangan mulai Polri dan TNI mendampingi UNAMET selaku misi PBB yang dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB tertanggal, 5 Mei 1999, No. 1246 untuk menjalankan tugas jajak pendapat di Timor Leste.

    Puncaknya pada 30 Agustus 1999, secara serentak jajak pendapat diadakan di seluruh Timor Leste maupun di luar Timor Leste yang dengan perolehan suara dari kedua kubu itu masing-masing dari :
    – pro-kemerdekaan 78,50% dan
    – pro- integrasi 21,50%.

    1. betul, namun catatan dilapangan pemilu unt rakyat dibatasi untuk yg pro otonomii. salah satu indikasi pemgumuman hasil reff dipercepat.

  3. Negara hercules rosario marshal preman peliharaan prabowo. Kaum mata 👁 elang, debt colector,pembunuh yang tukang hasut NTT biar merdeka dari Indonesia. NTT punya sukhoi buat meratakan kalian 😂 Loh