✍️Ruly Achdiat Santabrata
Ada dua program yang kebal potong tahun ini. MBG dan Kopdes. Saat kementerian lain dipangkas — ada yang sampai kehilangan 86% anggarannya — dua program ini tidak tersentuh.
Alasannya satu: keduanya, kata pemerintah, 𝒊𝒏𝒗𝒆𝒔𝒕𝒂𝒔𝒊 𝒋𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈.
Saya nggak meragukan niat baiknya. Saya cuma pengen tahu definisi kerjanya.
DUA KOLOM YANG TAK BOLEH DICAMPUR
Dua puluh tahun saya bangun sistem pemerintahan di beberapa negara. Ada satu aturan akuntansi yang nggak bisa ditawar: CapEx dan OpEx itu dua kolom berbeda.
- CapEx meninggalkan aset. Jembatan yang selesai hari ini masih bekerja dua puluh tahun lagi.
- OpEx habis dipakai. MBG keluar Rp 19 triliun SETIAP BULAN — dan makan siangnya habis satu jam setelah dibagikan. Besok dibutuhkan lagi. Tahun depan lagi. Nggak ada aset yang tersisa setelah meja makan dibersihkan.
SAYA UJI PAKAI LOGIKA MEREKA SENDIRI
Pembelaan pemerintah selalu sama: ini Human Capital Theory. Memberi makan anak hari ini = produktivitas 15 tahun lagi.
Baik. Mari kita pakai kacamata itu.
Kalau targetnya kapasitas kognitif generasi depan, sains kedokteran sudah final: jendela paling kritis adalah 1.000 Hari Pertama Kehidupan — dari kehamilan sampai usia 2 tahun. Lewat dari itu, ireversibel. Anak yang terlanjur stunting di usia balita nggak akan dapat kembali kapasitas kognitifnya dari makan siang gratis di bangku SD.
Dan di mana posisi anggaran intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan itu sekarang? Di pos yang BOLEH dipotong.
Program yang murni investasi masa depan: rentan dipangkas. Program konsumtif raksasa yang dampak kognitif marginalnya rendah: sakral, tak tersentuh.
Pakai logika mereka sendiri pun, ini nggak masuk.
YANG JOKOWI SUDAH TAHU
Agustus 2024, dua bulan sebelum lengser, Jokowi — orang yang membangun 72% dari seluruh tol Indonesia — bilang ke kepala daerah se-Indonesia:
𝘗𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘢, 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘔𝘙𝘛, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘶𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘙𝘱 100 𝘵𝘳𝘪𝘭𝘪𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘤𝘦𝘵?
Pembangun tol terbanyak dalam sejarah Indonesia tahu bahwa tol bukan jawabannya. Dia rumuskan soalnya. Lalu dia pergi — dan soalnya belum dijawab sampai sekarang. Yang dijawab justru pertanyaan lain: hutan Papua mana lagi yang bisa dibuka untuk B50.
YANG BELUM PERNAH ADA: MODEL YANG BISA KAMU MAINKAN
Ini tulisan ke-34 saya di Tulis. Dan untuk pertama kalinya, saya nggak cuma menulis argumen — saya bangun simulasinya.
Di esai lengkapnya ada 𝒊𝒏𝒕𝒆𝒓𝒂𝒄𝒕𝒊𝒗𝒆 𝒑𝒓𝒆𝒅𝒊𝒄𝒕𝒊𝒗𝒆 𝒎𝒐𝒅𝒆𝒍 sepuluh tahun (2026–2036) yang bisa kamu mainkan langsung di HP:
Geser slider berapa persen dana MBG direalokasi ke CapEx. Geser target tax ratio. Geser akurasi data bansos DTSEN. Geser investasi transportasi massal per tahun.
Dan lihat sendiri angkanya bergerak: pertumbuhan ekonomi, defisit APBN 2036, hektar hutan Papua yang terselamatkan, jam produktif yang kembali ke pekerja, triliunan rupiah bansos yang berhenti bocor.
Tiga skenario — Status Quo, Smart Fiscal, Optimal — semua koefisien dari studi World Bank, IMF, dan riset empiris yang dicantumkan sumbernya. Semua asumsi terbuka. Nggak setuju sama asumsinya? Ubah sendiri. Itu justru intinya.
Pemerintah belum pernah mempublikasikan model seperti ini untuk kebijakan ratusan triliun mereka. Yang dipublikasikan cuma kesimpulan tanpa hitungan.
Tak heran investor mikir ulang. Serius nggak sih Indonesia?
Baca lengkap esainya: https://tulis.simei.uk/investasi-yang-tak-boleh-dipotong







ada juga program harga mati bangun stadion sampai mohon2 pinjaman ke jkw tp mengabaikan banjir pemukiman kumuh bantaran sungai dan rasuna said terbengkalai baru sekarang rapih
cieeee si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI ngamuk lagi ciiiiieee…
Eh elu kagak paham kan dg tulisan di atas⁉️
Sudah gitu komen kagak nyambung lagi‼️😂😜🤣😝
Belajar lagi ya BabRun biar lu jadi paham‼️
benci boleh, goblok jangan..
Anies ga ngangkat babik-babik kyk idolalu yg di BGN
Fokus kebobrokan majikan mu saja sekarang yang bikin mass efect ke rakyat, malah ngungkit² & fitnah pengangguran, buktinya fitnahmu itu terbantah dengan ditunjuk dia jadi dewan penasihat transformasi kota di KSA.
Benci mancing konflik SARA terus terang saja, jangan ngeles dibalik narasi fitnah ngotot cari² kesalahan kaya si Firli.