Hebat bener Prabowo, Sudah Mati Tapi Tetap Monitor

So-called “Ulil Amri”nya gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiyy mengatakan:

“…Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, aku lihat, tetap aku monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau! … Jangan main-main kau! Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini!”

Naȕżubillāhi min żālik…!

Bagaimana seorang Mu’min memandang pernyataan tersebut?

Di dalam Islām, orang yang sudah mati itu TIDAK ADA ceritanya bisa kembali ke dunia.

Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ۝ لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ۝

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata: “Waha Robb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.”. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja, dan di hadapan mereka ada barzah sampai pada hari mereka dibangkitkan.” [QS al-Mu’minūn (23) ayat 99-100].

Lagipula…

Jangankan mau mengawasi 280 juta rakyat, mengawasi 1 orang yang masih hidup pun gak bisa, begitu masuk ke dalam kubur, maka sudah takkan mampu berpikir lagi urusan yang lain selain dari menjawab pertanyaan dari 2 malaikat.

Kata Baginda Nabi ﷺ‎:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ – أَوْ قَالَ : أَحَدُكُمْ – أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ ، يُقَالُ لِأَحَدِهِمَا : ٱلْمُنْكَرُ ، وَٱلْآخَرُ : ٱلنَّكِيرُ …

“Apabila mayat —atau salah seorang dari kalian— sudah dikuburkan, maka ia akan didatangi oleh dua Malā-ikah yang berwajah biru kehitaman. Salah satunya disebut al-Munkar sedangkan yang satunya lagi disebut al-Nakīr …” [HR at-Tirmiżiyy no 1071].

Kedua Malaikat itu akan menanyakan, “Siapa Robb-mu? Apa agamamu? Siapa nabi-mu?”, dan ketika si mayat itu tak mampu menjawab, maka kata Baginda Nabi ﷺ‎:

…وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ ٱلْمُنَافِقُ فَيَقُولُ : لَا أَدْرِي ، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ ٱلنَّاسُ . فَيُقَالُ : لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ . ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ ٱلثَّقَلَيْن

… Adapun orang yang kāfir atau orang munāfiq, maka ia menjawab: “Saya tidak tahu, saya hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang.”. Lalu dikatakan kepadanya: “Kamu tak tahu dan tak mau mengikuti petunjuk!”. Kemudian ia dipukul dengan gada dari besi tepat di antara kedua telinganya, lalu ia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh seluruh maḳlūq di sekitarnya kecuali al-ṫaqolain (jinn dan manusia).” [HR al-Buḳoriyy no 1338; Muslim no 2870].

Seberapa mengerikan pukulan gada besi yang dipegang kedua Malā-ikah itu?

Kata Baginda Nabi ﷺ‎:

…ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِطْرَقَةٌ مِنْ حَدِيدٍ ، لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا ، فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ إِلَّا ٱلثَّقَلَيْنِ ، فَيَصِيرُ تُرَابًا ، ثُمَّ تُعَادُ فِيهِ ٱلرُّوحُ

“… Kemudian dikuasakan kepada mayat yang durhaka Malā-ikah yang buta lagi bisu yang membawa gada dari besi. Sekiranya gada itu dipukulkan pada sebuah gunung, niscaya gunung itu akan hancur menjadi tanah (debu). Lalu Malā-ikah itu memukulnya dengan gada tersebut satu kali pukulan yang suaranya terdengar oleh seluruh makhluk antara timur dan barat kecuali al-ṫaqolain (jinn dan manusia), sehingga ia hancur menjadi tanah, kemudian rūhnya dikembalikan lagi (untuk diuji / disiksa kembali).” [HR Aḥmad no 18534].

Demikianlah keyakinan dari orang-orang berīmān kepada Allōh ﷻ dan Hari Akhir.

(ARSYAD SYAHRIAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

    1. Cieee…si GUOBLOKKKK ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI langsung tantrum, ngamuk, asal mbacot‼️ Sejak kapan si itu kami jadikan imam mahdi ⁉️ Dasar GUOBLOKKKK lu‼️😝🤣😜😂