‘Hadiah’ Nanik S Deyang

✍️Erizal

Ucapan selamatnya tak masalah. Biasa saja, untuk orang yang baru saja diberi jabatan. Tapi, ucapan terima kasihnya atas ‘hadiah’ yang diberikan, dalam pesan tulisan tangan Sony Sanjaya untuk Nanik S Deyang itu, dan difoto pula, kemudian diposting di Instagram pribadinya, ini yang menjadi masalah.

Boleh dibilang, secarik kertas yang diposting di Instagram pribadinya itu, adalah manuver pertama yang dilakukan Sony Sanjaya, setelah dicopot dan dijadikan tersangka oleh penyidik Kejagung. Belum terjawab manuver pertama ini, muncul manuver kedua dengan pengajuan Justice Collaborator (JC).

Hadiah apa yang diberikan Nanik S Deyang kepada Sony Sanjaya? Apakah benar-benar dalam bentuk hadiah, secara harfiah? Ataukah, hadiah dalam bentuk kiasan? Kalau mendengar profil Nanik S Deyang dari Dahlan Iskan, Nanik memang orangnya sangat pemurah, kalau sudah membantu orang.

Apa pula yang dibantu Nanik S Deyang terhadap Sony Sanjaya yang baru saja dicopot, dijadikan tersangka, dan ditahan? Rasanya, kalau hadiah secara harfiah sangat mustahil. Kalau hadiah secara kiasan, mungkin lebih masuk akal. Tapi kiasan ke arah manakah yang dituju Sony Sanjaya?

Apakah nasib yang diterima Sony Sanjaya saat ini adalah hadiah dari Nanik S Deyang? Artinya, Nanik berperan, sehingga Sony menerima nasib seperti saat ini. Tapi apakah ucapan doa dari Sony Sanjaya yang dibuat dalam postingan itu juga merupakan kiasan? Entahlah. Hanya dia yang tahu maksudnya.

Kalau Nanik S Deyang berperan dalam terbongkarnya kasus tata kelola di BGN, sehingga Sony Sanjaya menjadi tersangka, mestinya itu bagus. Itu benar-benar “hadiah” yang tidak menyenangkan buat Sony Sanjaya. Tapi kenapa Dadan Hindayana dan Lodewijk Pusung tak melakukan seperti apa yang dilakukan Sony Sanjaya?

Hanya saja, kalau istilah yang dikatakan Sony Sanjaya itu berarti bahwa Nanik S Deyang, sebetulnya juga terlibat, tapi ia bisa lolos, karena itu Sony mengajukan diri sebagai JC, ini bisa ramai lagi. Berarti, tiga pucuk pimpinan BGN itu bukanlah cerita akhir, melainkan baru cerita awal. Badai di BGN belum benar-benar berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun, Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI: “tertangkapnya pentolan MBG ini menunjukkan keberpihakan mbah Wowo Gemoy kepada masyarakat dalam memberantas KKN. Kalau mbah Wowo gak pro masyarakat, sudah pasti dia akan melindunginya.”

    Netizen cerdas: “Tuh kan, akalnya NOL lagi kalau komen. Yg memilih, mengangkat, memuji, melantik, memberikan penghargaan itu siapa woiiii BabRun, kan junjungan yang juga sesembahan mu si Mbah Wowo Gemoy kan⁉️😝🤣😜😂