Doa Fatihah Untuk Orang Wafat

Doa Fatihah Untuk Orang Wafat

✍️KH Ma’ruf Khozin

Umat Islam yang berdoa dengan bacaan Fatihah untuk almarhum dikira tidak belajar ilmu agama sebagaimana dalam poster ini. Baik. Sekarang kita lihat dalil-dalil Hadis dan pendapat para ulama Salaf.

Hadis yang dijadikan dalil membaca Fatihah adalah:

«إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلَا تَحْبِسُوهُ، وأَسْرِعُوا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ، وَليُقْرَأْ عِنْدَ رَأْسِهِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَعِنْدَ رِجْلَيْهِ بِخَاتِمَةِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي قَبْرِهِ»

Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Jika ada yang meninggal diantara kalian maka janganlah ditunda, segeralah dibawa ke kuburnya. Hendaknya dibacakan di dekat kepalanya surat FATIHAH dan di kedua kakinya dibacakan penutup surat Al-Baqarah dikuburnya.”

Terkait status hadis ini Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ

“Hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad yang bagus.” (Fathul Bari, 3/184)

Bahkan ada Ulama Salaf, yaitu Imam Ahmad (241 H), yang juga membaca surat Fatihah yang pahalanya ditujukan untuk para ahli kubur. Berikut riwayatnya:

( وَتُسْتَحَبُّ قِرَاءَةٌ بِمَقْبَرَةٍ ) قَالَ الْمَرُّوذِيُّ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ يَقُولُ : إذَا دَخَلْتُمْ الْمَقَابِرَ فَاقْرَءُوا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَاجْعَلُوا ثَوَابَ ذَلِكَ إلَى أَهْلِ الْمَقَابِرِ ؛ فَإِنَّهُ يَصِلُ إلَيْهِمْ ، وَكَانَتْ هَكَذَا عَادَةُ الْأَنْصَارِ فِي التَّرَدُّدِ إلَى مَوْتَاهُمْ ؛ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ (مطالب أولي النهى في شرح غاية المنتهى – ج 5 / ص 9)

“Dianjurkan baca al-Quran di Kubur. Ahmad berkata ”Jika masuk kubur bacalah FATIHAH, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, hadiahkan untuk ahli kubur, maka akan sampai. Inilah kebiasaan sahabat Anshor yang bolak-balik kepada orang yang meninggal untuk membaca al-Quran.” (Mathalib Uli an-Nuha 5/9)

Di samping itu surat Fatihah adalah bagian dari Alquran dan membacakan surat dalam Alquran ketika ditujukan untuk mayit ulama berbeda pendapat hal ini disampaikan oleh Syekh Ibnu Taimiyah:

وأما الصيام عنه وصلاة التطوع عنه وقراءة القرآن عنه فهذا فيه قولان للعلماء : أحدهما : ينتفع به وهو مذهب أحمد وأبي حنيفة وغيرهما ، وبعض أصحاب الشافعي وغيرهم .

“Melakukan puasa, salat sunnah dan membaca Quran untuk orang mati, ada dua pendapat dari para ulama. Pendapat pertama bahwa mayit mendapatkan manfaat dari bacaan Quran tersebut ini adalah mazhab Ahmad bin Hanbal Abu Hanifah dan lainnya juga Sebagian ulama Syafi’iyah” (Majmu’ Fatawa, 24/314)

Jadi sebenarnya apakah kita yang belum belajar ilmu agama ataukah mereka yang kurang literasi bacaan dari kitab-kitab hadis dan pendapat ulama Salaf? Ngakunya Salafi tapi perbuatannya tidak seperti ulama Salaf.

FB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Hadits dariIbnu Umat ini disebut oleh *Syeikh Mashhūr bin Ḥasan Āl Salmān* حفظه الله dalam kitab himpunan *hadits² daif dan palsu* beliau berjudul Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍa‘īfah wal-Mawḍū‘ah Mujarradah ‘An al-Takhrīj, di halaman 1473, hadis no. 7508. Kitab ini adalah ringkasan kepada kitab Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍa‘īfah wal-Mawḍū‘ah karya Syeikh Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī (m. 1420H)

    https://semakhadis.com/apabila-seseorang-kamu-meninggal-dunia-maka-janganlah-mereka-menahannya

  2. Pak Kyai…. Untuk hal² yang bersifat khilafiyah dan sampeyan meyakini itu suatu kebenaran silahkan untuk disampaikan tapi tidak elok kalau sampeyan menyerang keyakinan orang (kelompok) lain berbeda.