Yes! Kita paling bahagia

Yes! Kita paling bahagia

Sangat mengesankan melihat hasil survey ini. Setelah Harvard, sekarang Jobstreet, merilis fakta membanggakan, bahwa karyawan Indonesia adalah yang paling bahagia di seluruh Asia Pasifik.

Ini bukan survey main-main. Ada 1000 respondennya, itu cukup untuk mewakili RATUSAN JUTA pekerja di Indonesia.

“Kamu bahagia di tempat kerja sekarang?”

Maka, 82% karyawan di Indonesia menjawab dengan suka cita, “Iyyaaa.”

Keren kan?

Angka ini lebih tinggi dibanding Singapura yang hanya 56% happy, Australia 57% happy, apalagi Hong Kong, pada stress di sana 47% saja.

Dari survey ini bisa diketahui lebih detail:

  • 77% karyawan Indonesia happy karena rekan kerjanya baik-baik
  • 76% happy dengan lokasi kerjanya gampang, mudah, dan menyenangkan
  • 75% happy karena yakin pekerjaannya penuh makna, bermanfaat, dll, dsbgnya.

Saya yakin, kalian yang pekerja di sini, mesti sepakat dengan hasil survei ini.

Dan saya tidak kaget atas hasil survey ini. Karena memang itulah realitas penduduk Indonesia. Senantiasa bersyukur, tahan banting, selalu bahagia.

Kemarin, saya menyaksikan sendiri, ada orang kena tipu, tega dan menjijikkan sekali penipunya, tapi apa yg dibilang korbannya, “Tidak apa. Uang bisa dicari lagi besok.” Tersenyum. Keren, kan.

Dan saya jelas tidak akan kaget jika hasil survey Joobstreet ini akan dipakai oleh elit-elot politik saat pidato di forum-forum Internasional: “Karyawan kami paling bahagia.”

Karena itu memang jelas sangat membanggakan, loh.

Kalian setuju atau tidak, itu tetap fakta hasil survey.

Di Indonesia itu, kalau urusan survey selalu juara.

Dan itu memang bisa jadi jualan bagi elit-elit politik di LN.

Artinya, ayo investor datang berbondong-bondong kemari. Karena meskipun gaji jauh lebih rendah dibanding Singapura, Hong Kong, Australia, Malaysia, Jepang, dkk, pekerja kami tetap bahagia. Jadi, tenang, ngapain harus naikin UMP? Segitu saja sudah bahagia, kok. Jika ada karyawan yg tidak bahagia, sanaaa kamu pindah ke LN saja deh. Belum tentu kamu lebih bahagia di sana.

Adios.

(Tere Liye)

*penulis novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar”

Komentar