Sujud Terakhir Mo Salah di Anfield Stadium 💔

Momen Bersujud ini adalah puncak Kesedihan sekaligus tingginya Rasa Hormat Mohamed Salah terhadap Klub dan Stadion yang telah melambungkan namanya di seantero Eropa.

Wajah dan air muka yang ditunjukkan Mo. Salah jelas, betapa banyak air mata yang tumpah disana. Matanya sembab. Saat memeluk Hendo dan Van Dijk, Dua Kapten dalam karirnya di Liverpool, terlihat Mo. Salah sepenuh-penuhnya erat memeluk dan menangis. Itulah daya rajam sebuah Perpisahan dan Meninggalkan pada yang dia Cintai dan Mencintai dirinya, adakah lagi yang lebih memerihkan perasaan di tengah lapangan sepakbola dibanding momen ini?

Kita melihat jalan panjang kehadirannya. Kita menekuri jalan menyaksikannya bersama Liverpool yang tercinta ini. Dan kita lepas sosok ini justru karena dia bukan “pemain yang biasa-biasa” saja, yang sekadar singgah untuk sejarah singkat. Tetapi Mo. Salah pergi karena begitu bajyak jejak prestasi dan reputasinya di klub ini sehingga kepergiannya, bahkan sejarahpun menulis momen ini dengan perasaan kehilangan yang dalam. Sepakbola ternyata bisa juga menghadirkan momen seberat ini.

Di layar TV terlihat jelas, Mo. Salah dan Arne berpelukan hanya sekadar rengkuhan biasa. Wajah Arne Terlalu datar. Flat. Garing emosional. Sulit rasanya memahami, terbuat dari apa hati orang yang satu ini. Kita menyaksikannya, Arne “terlalu ringan” menterjemahkan kesedihan Anfield malam itu. Entahlah, mungkin Saya yang terlalu emosional memahami Arne.

Akhirnya, beberapa langkah sebelum Mo. Salah melewati garis tepi lapangan Anfiled, Mo. Salah bersujud, mencium tanah dan bumi yang telah menjadi saksi kehebatannya. Juga dengan Sujud itu, Mo. Salah merendahkan hatinya sedemikian rupa bahwa tak ada yang lebih besar dari karuania Tuhannya. Dan Ia pun bersujud lama. Mencium rumput Anfield yang tak akan lagi Ia temukan wewangiannya di stadion lain. Wewangian sejarah yang gemilang.

Selamat Jalan Mo. Salah juga Selamat Jalan Andrew Robertson.
Sekali lagi tertulis disini :

“Kami Tak Akan Pernah Selesai Mencintai Anda Berdua”. ❤️❤️

Kenanglah kesedihan kami, sebagaimana kami memahami kesedihan Kalian. Terima kasih untuk pilihan hidup kalian bersama kami.

Kami akan selalu Mengenang dengan ingatan-ingatan yang bercahaya. Kita mungkin kelak menjadi debu yang diterbangkan, tetapi sejarah tentang kalian akan abadi sampai ke titik tiada. Juga kalian akan tahu bagaimana sejarah akan menulis dengan jernih, cara kami Mencintai Anda Berdua.

❤️ YOU’LL NEVER WALK ALONE ❤️

Kesedihanku,

(Koez Arraihan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *