Oleh: Ahmad Tsauri
Seperti yang sudah kita tahu, Prabowo mengeluarkan kebijakan setiap dia pidato. Sejak Ramadhan sampai hari ini saja, entah berapa puluh kebijakan yang dia keluarkan.
Semuanya tidak penting dan semuanya berbiaya besar.
Terakhir setidaknya ada tiga berita yang menggangu sekali.
Pertama swasembada pangan, sudah sebulan ini di dengungkan, dan fakta pahitnya, bersamaan dengan berita swa sembada pangan harga beras naik. Perbulan kebutuhan saya 3-12 ton. Jadi tahu betul perkembangan beras ini.
Biasanya perkwital 1460.000 dengan kwalitas lebih bagus, sudah sebulan perkwintal naik jadi 1480.000. Sekilas kenaikan hanya 20.000, tapi kalau melihat merk yang sama tapi kualitas isi dibawahnya kenaikan ini sebenarnya bisa menyentuh 50.000-100.000 per kwintal.
Masa swa sembada pangan beras naik gila-gilaan.
Kedua, Menhan Sjafri mengatakan akan membangun 514 batalion atau yon TP, satu yon isinya sekitar 1000 prajurit.

Kalau melihat pola Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, pembangunan Yon ini bisa sampai 100-200 Miliar per lokasi. Dari aspek bangunan saja bisa menjebol anggaran besar-besaran. Kedua dari aspek penambahan prajurit juga rekrutmen 600.000 an prajurit super jumbo biaya gajinya.
Padahal di karesidenan Pekalongan – Tegal saja, sudah ada dua bataliyon, utama dan pembantu, utama di Tegal pembantu di Kab Pekalongan, ditambah di Pekalongan kota juga sudah ada batalyon Brimob yang cukup besar. Penyebutan kota ini sekedar sampel, karena di setiap privinsi polanya mirip, kecuali barangkali daerah terluar/terdepan.
Jadi buat apa nambah 514 Batalyon lagi? Apalagi perang era sekarang perang jarak jauh, menggunakan teknologi satelit dan AI.
Alih-alih uang triliunan buat bangunan dan gaji prajurit mending mengembangkan persenjataan modern. Lebih efisien, masuk akal dan sesuai peta geopolitik saat ini; Singapura misalnya belanja rudal besar-besaran, Pakistan sudah punya nuklir dan perkembangan senjata modern di negara-negara di Asia lainnya.
Negara lain sibuk meningkatkan teknologi militer Prabowo malah nambah prajurit?
Kebutuhan tentara bisa di suopport dari yon yang sudah ada, dan bisa merekrut ASN-ASN muda atau ormas-ormas untuk komcad.
Ketiga, berita yang menggangu adalah rekruitmen manager koperasi. Secara bahasa saja sudah tidak sesuai dengan aturan koperasi, dimana leader koperasi itu diangkat dari dan oleh anggota. Kedua gaji total 80.000 manager (sekarang baru rencana 30.000) itu darimana?
Disamping itu, rekrutmen manager juga tidak semudah itu, apalagi hanya dilatih 3 bulan. Ini bisa membuat chaos di kopdes dan chaos di industri lain karena memungkinkan migrasi talent, untuk usia-usia under 35 tahun.
Semakin banyak dana APBN untuk gaji, maka semakin sempit fiskal kita untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi produktif.
Sekarang saja IMF sudah menawarkan pinjaman 635 T. Artinya sejak hutang IMF dilunasi Bu Mega pasca reformasi sekarang IMF mulai menganggap pantas kita dihutangi lagi. Kenapa? Karena mereka menganggap fiskal kita rapuh dan banyak membiayai hal tidak produktif, yang tidak meningkatkan GDP dan pendapatan pajak kedepan.
Kebijakan Prabowo memang gak ada yang pake otak.
(*)







WADOOH… Kalimat terakhir itu lho….
pemerintah kebanyakan akrobat, lagaknya kayak negara kebanyakan duit. penilaian terbaru moody’s rating negara kita masuk kategori negatif, mantap kan?
One ball Regime…