Omong kosong

Saya itu 25 tahun menulis. Sejak zaman Soeharto, SMA kelas 2 saya sudah menulis di kolom-kolom opini koran daerah seperti Lampung Post, dkk.

Saya itu pengalaman panjang menyaksikan omong kosong begini.

Tahun pertama, 25.000 motor-motor ini akan terlihat gagah deh, keren.

Tahun kedua, mulai muncul satu-dua masalah; dan karena beli motor listrik yg nggak jelas dimana dealer dan bengkelnya, wah wah kusut.

Tahun ketiga, itu motor mulai ngadat deh. Kamu sih halu! Motormu ini bukan sekelas Yadea, Aima, BYD, dkk penguasa motor listrik di China. Ini simpel hanyalah motor listrik spesialis “ganti merek”, white label. Motor kualitas rendah, diekspor ke LN, bisa diganti mereknya.

2029, saat kita sibuk pilpres lagi, Prabowo nyalon lagi, maka 25.000 motor ini sepertinya akan dilupakan. Kalian sudah sibuk joget2, oke gas oke gas.

Tahun 2030, jika Prabowo menang, kalian sudah sibuk beli yg baru deh.

Belajarlah dari ribuan triliun pengadaan barang-barang selama ini. 25.000 motor listrik ini hanya akan berakhir bangkai saja kurang dari 5 tahun. Gunanya? Ngabisin anggaran. Dan ada yg tertawa bahak dalam proses pengadaannya. Yes!

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

    1. wkwkwkwk si TOLOL Anonim BabRun alias Babi guRun anggota JANCUK PKI baca tulisan diatas aja tak mampu mencernanya. pantasan aja gerombolan JANCUK PKI ini TOLOL semua‼️😂🤣