Wasit Terbaik Afrika asal Somalia, Omar Artan, telah resmi ditolak masuk ke Amerika Serikat dan dipastikan batal memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Detail Kejadian Penolakan
- Lokasi Penolakan: Omar Artan, yang dinobatkan sebagai Men’s Referee of the Year 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), ditahan dan ditolak masuk oleh imigrasi AS (CBP) setelah mendarat di Bandara Internasional Miami dari Istanbul.

- Alasan Otoritas AS: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan bahwa Artan tidak diizinkan masuk karena “masalah pemeriksaan keamanan” (vetting concerns). Selain itu, Somalia merupakan salah satu negara yang berada di dalam daftar larangan perjalanan (travel ban) pemerintahan Donald Trump.
- Paspor Diplomatik Tetap Ditolak: Meskipun Pemerintah Somalia telah membekali Artan dengan paspor diplomatik khusus untuk mempermudah perjalanannya, dokumen tersebut tetap tidak meloloskannya dari pemeriksaan imigrasi AS.
- Dipulangkan: Setelah sempat tertahan di bandara, Artan langsung dideportasi dan diterbangkan kembali ke Turki.
Sikap Resmi FIFA
Pihak FIFA telah memberikan konfirmasi resmi mengenai pembatalan tugas Omar Artan di Piala Dunia 2026:
- FIFA menegaskan bahwa Artan tidak akan berpartisipasi dalam pelatihan maupun memimpin pertandingan apa pun sepanjang turnamen.
- Otoritas sepak bola dunia tersebut menyatakan tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi proses imigrasi dan hukum yang berlaku di negara tuan rumah.
Keputusan ini memicu kekecewaan besar bagi komunitas sepak bola Afrika, mengingat Omar Artan dijadwalkan mencetak sejarah sebagai wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia pria.







kalo di indon ada narasi defaultnya.
JaUhkAn olAhRagA daRi PoLiTiK