Pemimpin pintar diperlukan untuk memetakan masalah, mencari solusi dan eksekusi tindakan
Misal…
Kenapa IQ rata-rata rakyat Indonesia rendah?
Oh, karena angka stunting tinggi.
Apa sebab stunting?
Oh, karena ibu hamil kena anemia parah, kurang gizi dan asupan protein.
Oh, karena batita tidak cukup asupan gizi seimbang. Tidak dapat ASI
Bagaimana cara mengatasi stunting?
Oh, asupan makanan Ibu hamil dan batita diperbaiki.
Yang miskin beri bantuan olahan pangan tinggi protein
Yang lainnya, kendalikan harga sembako dan protein di harga yang murah dan terjangkau
Bagaimana cara membuat harga sembako murah?
Oh, pemerintah beri subsidi pupuk untuk petani.
Oh, pemerintah beri subdisi transportasi bahan pangan
Oh, pemerintah beri subdisi bibit unggul
Oh, pemerintah beri bantuan modernisasi alat pertanian
Oh, pemerintah stop impor saat panen raya
Oh, pemerintah tampung hasil panen rakyat, supaya harga tidak jatuh
Oh, pemerintah potong rantai distribusi dan basmi tengkulak
Oh, rutin operasi pasar untuk mengendalikan harga sembako
Tapi…
Kalau pemimpinnya lebih fokus bagi-bagi jatah jabatan untuk tim sukses tanpa meritokrasi, ga akan sampai sini mikirnya.
Padahal negara tetangga, semisal Thailand. Luas wilayahnya cuma 1/3 Indonesia.
Tapi mereka bisa jadi negara agraris pengekspor beras, padahal tiap tahun harus berhadapan dengan badai siklon
Tahu badai siklon ga?
Itu tuh yang nyerbu Aceh dan Sumatera Utara di akhir 2025 lalu.
Kita baru kena sekali, sudah terhambur semua
Sedangkan Thailand, nyaris jadi bencana tiap tahun, karena posisi lintang negara mereka.
Jadi, ga ada alasan sebenarnya
Memang bodok aja.
~AL Fatin~







Al Fatin menohok siapa ?
judulnya Pemimpin Pintar, kenapa gambar nya Anies ?
pagi² bikin kejang² toko sebelah…