Paradoks Prabowo

Paradoks Prabowo:

  • Kritik gaji komisaris
  • Relawannya diangkat jadi komisaris

Paradoks Presiden Prabowo kontradiksi antara omongan dan kebijakan, di mana presiden mengkritik besarnya gaji komisaris BUMN, namun di saat yang sama menunjuk relawan dan pendukung politiknya untuk mengisi posisi jabatan tersebut.

  • Kritik terhadap Gaji Komisaris: Presiden Prabowo Subianto sempat menyoroti besarnya kompensasi (gaji dan fasilitas) bagi direksi dan komisaris BUMN. Hal ini memicu kritik publik karena nilai tersebut dianggap timpang dengan realitas kesejahteraan masyarakat luas, terutama jika kinerja perusahaan BUMN terkait tidak memberikan keuntungan optimal.
  • Praktik Bagi-bagi Jabatan (Politik Akomodasi): Kursi komisaris BUMN kerap menjadi sarana politik balas budi untuk mengakomodasi relawan, tim sukses, atau politisi koalisi. Praktik yang telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya ini terus berlanjut karena jabatan tersebut sering dipandang sebagai kompensasi atau “jatah” bagi pihak yang telah berjasa memenangkan pemilu.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar