Ustadz Muhammad Abduh Negara di akun facebooknya menulis begini:
Pernyataan ini “pejabat menzalimi rakyat, menjarah tanah mereka, anda diam saja. Saat ada kroco yang menjarah rumah pejabat bejat, anda langsung jadi penjaga moral”, tampaknya cukup tepat menggambarkan beberapa warganet.
Tidak ada sedikit pun suaranya, ketika kezaliman dari para elit merajalela, tidak ada sedikit pun kritiknya ketika berbagai kepongahan para tikus berdasi menganga. Tapi ketika kroco melakukan kesalahan, dia muncul bak tokoh bijak bestari.
Hati-hati saja, orang-orang seperti ini sangat berpotensi menjadi tokoh penjaga moral sekaligus jubir kezaliman, yang terus muncul dari zaman ke zaman.
Kita tidak membenarkan kesalahan para kroco itu. Tidak juga membela apalagi mendukungnya. Tapi kesalahan pun bertingkat-tingkat. Saat orang fokus pada yang besar, jangan alihkan fokus mereka pada yang kecil. Itu poinnya.






