Peta yang dipublikasikan dalam laporan terbaru mengungkap semakin tergerusnya ruang teritorial bagi Palestina.
Berdasarkan pemetaan tersebut, sekitar 92 persen wilayah berada di bawah kendali Israel, sementara wilayah yang tersisa untuk Palestina hanya sekitar 8 persen.

Kondisi ini menggambarkan semakin terfragmentasinya wilayah Palestina dan kian sulitnya membentuk wilayah yang utuh untuk sebuah negara Palestina.
Laporan tersebut juga menyoroti perluasan permukiman Israel dan meningkatnya penguasaan wilayah di Tepi Barat yang terus mempersempit ruang hidup warga Palestina.
Perubahan tersebut dinilai semakin mengikis peluang terbentuknya negara Palestina yang berkesinambungan secara geografis, sekaligus membuat gagasan solusi dua negara menghadapi tantangan yang semakin besar.
Sumber: The New Yorker, Quds News Network







berhala terwo ngapain lama2 gabung BoP
PBB aja di cuekin 😡😡
mungkin ngikutin erdogan yg join bop
kalau ngikutin Erdogan minimal bacaan Al Furqan nya bagus! 🤣
woiiiii….negara arab ngk peduli……buta tuli goblok…rakus dunia…ld ngapain tentra arab…
kata seseorang disini ini salah satu strategi cerdas bangsa arab, yakni bersabar!
bersabar sampai penjahatnya sukses!