Mitra SPPG soal Dugaan Keracunan MBG di Tator: Kalau Tahu Bau, Kenapa Dimakan?
Ibu Louice Cristiana Mangontan (Yayasan Magnolia Champaca Virginiana) ini sudah betul sekali.
Karena dia mewakili dapurnya, maka itulah kepentingannya. Simpel. Lugas. “Kalau tahu bau, kenapa masih dimakan?”
Salah anak-anaknya masih makan dan kemudian keracunan.
Jadi, silahkan saja masyarakat mikir.
Termasuk kalian yang sekarang sesak karena asap. Duuh, sudah tahu ada asap, kenapa masih tinggal di sana, bodoh? Pindah kek. Ke Moskow sana kek. Ke Jakarta. Tapi tapi tapi nggak ada uangnya? Itu sih masalah kalian. Miskin sih.
Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, melindungi kepentingan masing-masing. Jokowi, Prabowo, KDM, dkk itu semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Politisi itu duuh Rabbi, nyaris semua dinasti politik. Melindungi kepentingan anak, mantu, ponakan, keluarganya. Cek saja, anak-anak, ponakan, mantu, keluarganya jadi anggota DPRD, dll dsbgnya.
Kamu? Teruskanlah mencintai orang-orang yang tidak mencintai kalian. Dan teruskanlah dikit-dikit baper, dikit-dikit ngamuk, ‘Siyi sih nggik biliin pijibit, siyi cimi nitril din idil’ –> padahal kamu baper banget di dalam hati saat idolamu dikritik.
(Tere Liye)








Benar2 bajingan kalo udah bau mengapa dikirim kesekolah
jdnya bukan kasus kracunan.. tp mracuni diri sendiri.. 🤣🤣🤣
kan makanan sdh di bayar, 15,RB. ibu ngga boleh jual makanan busuk, itu sdh pidana
kok jawabannya sama dengan komen terwo termul disini 🤣🤣
lha goblog. udah tau ini program ratusan triliun, knp masaknya asal-asalan? dasar ibu² longor
semoga anggota keluargamu keracunan
yg punya program nyepelein jumlah korban dgn menyebut “hanya nol koma sekian persen”. mitra pelaksana membela diri dgn menyalahkan penerima mbg. lengkap sudah negara ini diketekin org² brengsek
termul dan terwo kok ilang, apalagi wahaboy, haram mengkritik penguasa 🤣