Kirain HOAX, ternyata beneran ibu SPPG ngomong gini

Mitra SPPG soal Dugaan Keracunan MBG di Tator: Kalau Tahu Bau, Kenapa Dimakan?

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8649930/mitra-sppg-soal-dugaan-keracunan-mbg-di-tator-kalau-tahu-bau-kenapa-dimakan

Ibu Louice Cristiana Mangontan (Yayasan Magnolia Champaca Virginiana) ini sudah betul sekali.

Karena dia mewakili dapurnya, maka itulah kepentingannya. Simpel. Lugas. “Kalau tahu bau, kenapa masih dimakan?”

Salah anak-anaknya masih makan dan kemudian keracunan.

Jadi, silahkan saja masyarakat mikir.

Termasuk kalian yang sekarang sesak karena asap. Duuh, sudah tahu ada asap, kenapa masih tinggal di sana, bodoh? Pindah kek. Ke Moskow sana kek. Ke Jakarta. Tapi tapi tapi nggak ada uangnya? Itu sih masalah kalian. Miskin sih.

Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, melindungi kepentingan masing-masing. Jokowi, Prabowo, KDM, dkk itu semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Politisi itu duuh Rabbi, nyaris semua dinasti politik. Melindungi kepentingan anak, mantu, ponakan, keluarganya. Cek saja, anak-anak, ponakan, mantu, keluarganya jadi anggota DPRD, dll dsbgnya.

Kamu? Teruskanlah mencintai orang-orang yang tidak mencintai kalian. Dan teruskanlah dikit-dikit baper, dikit-dikit ngamuk, ‘Siyi sih nggik biliin pijibit, siyi cimi nitril din idil’ –> padahal kamu baper banget di dalam hati saat idolamu dikritik.

(Tere Liye) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. yg punya program nyepelein jumlah korban dgn menyebut “hanya nol koma sekian persen”. mitra pelaksana membela diri dgn menyalahkan penerima mbg. lengkap sudah negara ini diketekin org² brengsek