✍🏻Kang Irvan Noviandana
Solusi yang diambil dalam menuntaskan polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI justru berakhir anti-klimaks dan nyaris tidak ada pembelajaran yang berarti bagi lembaga tinggi negara tersebut.
Beberapa hari lalu MPR RI memutuskan secara sepihak untuk menggelar tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI.
Padahal, tidak ada proses atau upaya mendengar aspirasi para peserta yang terlibat langsung dalam polemik tersebut. Alhasil, keputusan itu justru ditolak oleh SMAN 1 Pontianak. Bahkan, SMAN 1 Pontianak memilih mendukung SMAN 1 Sambas untuk tetap mewakili Kalimantan Barat dalam final LCC Empat Pilar MPR RI.
Dari kasus ini, niat baik tanpa kemauan mendengar aspirasi rakyat tidak selalu melahirkan keputusan yang dirasakan adil oleh rakyat. Para peserta tidak sedang membutuhkan gelar kemenangan LCC semata. Para peserta ingin didengar, dihargai, dan diberikan ruang untuk menyampaikan keberatan ketika merasa haknya dilanggar.
Alih-alih belajar dari polemik pertama, keputusan tanding ulang yang diputuskan secara sepihak justru menimbulkan kesan bahwa penyelesaian lebih berfokus pada meredam polemik daripada mendengarkan keberatan peserta. Masalah mendasarnya ada pada para pejabat Sekretariat MPR RI, tidak ada tindakan apapun terhadap internalnya justru masyarakat yang harus menanggung konsekuensi.
Padahal, SMAN 1 Sambas sebelumnya sudah merayakan kemenangan mereka, dan kini kembali menjadi pihak yang ikut terdampak dari kekeliruan penyelenggaraan.
Saya pribadi tidak merasa berhak menentukan apa keputusan terbaik yang harus diambil oleh MPR RI. Tapi setidaknya, para wakil rakyat wajib membiasakan diri untuk mendengar aspirasi dan suara rakyat, terlebih ketika persoalannya berkaitan dengan hak masyarakat yang merasa dirugikan.(*)







Sebuah bukti bahwa anggota Dewan maupun Majlis sam-sama punya masalah dg PENDENGARAN. Alias BUDEG ! Klakuan bodoh terus dipamerkan. Rugi rakyat nanggung hidup mereka !!!
lolos ke senayan hasil dr bagi2 amplop ya gitu…nir pengetahuan yg luas dan mendalam
emang pada budeg kan DOR MPR nya seluruh Konoha, gak tahu kebanyakan apa ya???
selagi UU efek jera mati para koruptor belum di sahkan, uang korupsi mendarah daging menjadikan sebagian birokrasi n pejabat ini Setan dan Iblis,, dan itu pasti…