Ini buktinya kalau negara kita salah urus.
- Pak Prabowo dilantik jadi Presiden pada Oktober 2024 dengan utang warisan sebesar Rp8.560 triliun.
- Per Maret 2026 dalam 516 hari, atau 17 bulan utang itu membengkak jadi Rp9.920 triliun.
- Artinya: Rp1.360 triliun tambahan utang dalam 17 bulan.
- Bagi 516 hari?
Pemerintah menambah utang Rp2,6 triliun setiap harinya.
Setiap hari.
Termasuk hari libur.
Termasuk hari ini.
Tapi yang paling berbahaya bukan angkanya.
Yang paling berbahaya adalah: rakyat dipaksa membayar tanpa tahu uangnya lari ke mana.
Sebab rakyat tidak melihat hidupnya jadi lebih baik.
Apakah pendidikan makin murah?
Tidak.
Yang ada cuma MBG program makan bergizi yang fotonya viral karena isinya lebih cocok disebut sampah.
Apakah ada pembangunan besar dari utang itu?
Tidak.
Dana desa malah dipotong buat mendanai Koperasi Merah Putih.
Apakah harga pangan turun?
Tanya aja mama di pasar.
Sembako makin mencekik.
Apakah rakyat lebih sejahtera?
Tidak sama sekali.
Apakah lapangan kerja makin luas?
Enggak juga.
Jembatan baru?
Tidak.
Gaji guru naik?
Tidak.
BPJS makin terjangkau?
Juga tidak.
Lalu uangnya ke mana?
Ketika tidak ada satu pun perbaikan nyata yang dirasakan rakyat, wajar kalau pertanyaan itu terus bergema.
Dan yang menyakitkan: utang negara tidak dibayar dari kantong pejabat.
Tapi dari pajak kita.
Pajak saya, pajak kamu, pajak kita semua.
Maka izinkan kami bertanya langsung, Pak Presiden:
Dengan tambahan utang Rp2,6 triliun per hari, apa yang berubah di hidup rakyat?
Siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya?
Dan kalau jawabannya bukan rakyat lalu untuk siapa semua ini?







riba emang mengerikan
makin ga kompeten jd presiden
rakyat kompak marah dong, turun ke jalan, diem-diem aja.
Tolol atau penakut?
mau sampai kapan idup lu pada susah?
provokator kau drun, ga semua org hidup susah jangan karena hidupmu susah dikira bangsa ini susah, lagipula knapa ga kau aja yg palain?? tol*l atau p*nakut? mau sampai kapan cuma jadi provokator knapa ga aksi nyata?