BANSOS DAGING
Kurban memang memotong hewan ternak, lalu dagingnya dibagikan kepada orang banyak. Tapi, esensinya, Kurban sangat berbeda dengan bansos daging.
Bansos adalah bantuan sosial. Diberikan oleh negara kepada rakyat yang membutuhkan. Negara hanyalah bertindak sebagai administratur saja. Duitnya dikumpulkan dari rakyat yang punya penghasilan, sebagian disebarkan kepada rakyat lainnya dalam bentuk bansos.
Jika menggunakan uang negara, sejatinya gak ada bansos dari Presiden. Dari Wapres. Atau dari Menteri. Sebab duit yang mereka gunakan adalah uang kita. Hasil keringat kita. Jerih payah yang diserahkan kepada pengumpul pajak. Uang kitalah yang mereka bagikan itu. Bansos negara adalah dari kita untuk kita.
Karena itu bansos berbeda dengan sedekah. Sedekah bertumpu pada kebaikan hati: mengeluarkan milik kita untuk diserahkan kepada orang lain. Sedekah membutuhkan keikhlasan sebab ada yang berkurang dari kepemilikan kita. Bansos dari negara tidak membuat “harta” Presiden, Wapres maupun Menteri berkurang sedikitpun.
Berbeda juga dengan zakat. Zakat itu mengeluarkan sesuatu yang kita anggap ‘milik kita’, tetapi sejatinya gak 100 persen punya kita. Sebab dalam harta-hartamu masih terdapat hak orang lain. Jadi zakat bukan mengurangi milik kita, tetapi membersihkannya dari sesuatu yang masih bercampur kepemilikannya.
Untuk berzakat kita wajib memastikan uang atau harta yang kita dapatkan dengan cara halal. Kalau sedekah atau zakat dibayarkan dari uang hasil menipu atau korupsi, ya, makna sedekah dan zakatnya nguap.
Mengeluarkan harta dalam konteks ibadah ukurannya adalah personal. Sebab perintah Tuhan tidak memandang Anda Presiden, Menteri atau pedagang. Yang diperintahkan adalah Anda sebagai manusia. Bukan status sosial Anda.
Perintah Tuhan tidak ditujukan pada apa pangkat Anda. Apa jabatan Anda. Apa profesi Anda. Perintah itu hanya ditujukan kepada manusia. Sebelum dibungkus oleh berbagai status sosial.
Kalau Presiden, Menteri atau Wapres sebagai peribadi memotong hewan yang dibeli dari dana APBN. Meski dipotong bersamaan dengan hari raya Kurban: itu sesungguhnya hanya kegiatan bansos daging. Gak kurang gak lebih.
Jadi saat Wamensesneg mengumumkan Presiden Berkurban dari hewan yang dibeli dengan uang APBN. Ia hanya sedang menyamarkan bansos daging dengan anggaran Rp100 miliar dengan Kurban.
(Eko Kuntadhi)







menghambur-hamburkan uang pajak dari apbn, terus mengakui sebagai qurban dia, itu tidak boleh dilakukan, hukumnya Dosa karena Berbohong. Bansos ya bansos Qurban ya Qurban ini adalah sesuatu yang tidak sama , sangat jauh berbeda. staf-stafnya itu yang bener jangan menjerumuskan presiden kedalam perbuatan salah dan dosa.
bravo prabowo uang rakyat kembali ke rakyat, anjing menggonggong kafilah berlalu
lho ANJINGnya kan lu sendiri. Lu kan ANJING PENJILAT JOKODOK plonga plongo raja ngibul Mulyono dan Mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon‼️😜😂😝🤣
lha kok Prabowo dikatain anjing??
ok kita SS ya…. betapa tololnya piaraan yg mereka punya
belajar agama dulu lu tong 😂😂
biar ga asbun kyk idola lu