Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya dugaan potensi perburuan rente dalam pengadaan mobil 80 ribu pickup buat Koperasi Desa Merah Putih a.k.a Kopdes. Dalam kajiannya, ICW menyebut perburuan rente ini mencapai Rp4.86 hingga Rp5.54 triliun.
Di dalam laporan mereka, ICW menemukan berbagai permasalahan mulai dari lemahnya tata kelola pengadaan, minimnya transparasi, dan juga penggunaan perusahaan perantara dalam proses impor kendaraan dari India. Ditambah lagi, ICW juga nemuin dugaan selisih harga pembelian yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Jadi dalam pengadaan mobil pickup ini, PT Agrinas bakalan impor dari perusahaan Mahindra yang ada di India. Nah, yang jadi sorotan di sini adalah adanya perusahaan perantara buat ngeimpor mobil pikap ini, yaitu PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG).
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengungkapkan bahwa hasil analisis ICW terhadap data ekspor-impor nunjukin estimasi nilai pembelian kendaraan oleh PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG) dari produsen berkisar antara Rp 14,85 triliun sampai Rp 15,53 triliun. Padahal, nilai transaksi yang dilaporkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN) jauh lebih besar, yaiut sekitar Rp 20,4 triliun, which is ada selisih yang gede banget.
“Selisih sebesar Rp4.86–Rp5.54 triliun mengindikasikan adanya potensi perburuan rente melalui margin yang tidak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh perantara,” kata Wana dalam keterangan tertulis pada Minggu (12/7/2026).







balik modal pilpress kemarin mah , dah nambah bonus bonus bonus .. pantesan emas mahal, pada ditimbun
Tukang jilat dapat berapa? masak tae doang rugi luh…blis
mereka bakal rugi dunia akhirat karena kebodohan mereka sendiri.
L.O.L
wowok : buat gaji guru ga ada
lha ini ada wok??????????