



By šššš ā½į“¼į¶ į¶ ā±į¶ā±įµĖ”ā¾
Sebenarnya malas komentar peristiwa ini, cuma begitu melihat bagaimana Betina ini terkaing-kaing setelah āditowelā sedikit, sembunyi di dapur lalu lari ke kantor polisi meminta perlindungan, rasa jijik ini mendesak untuk ikut komentar dalam perspektif hukum seputar peristiwa yang terjadi.
1. Peristiwa bukanlah pengeroyokan. Bukti video membuktikan bahwa Betina melakukan aksi provokasi yang mengundang kedatangan beberapa orang yang sama sekali tidak melakukan interaksi fisik, kecuali hanya orang tertentu yang terprovokasi oleh aksi tantangan duel satu lawan satu. Jadi tindakan pengecut saja yang menggiring peristiwa dalam situasi pengeroyokan.
2. Interaksi fisik terjadi dalam konteks tantangan duel yang di provokasi oleh Betina.
3. Video menunjukkan bukti tindakan hanya satu kali dan langsung berhenti. Ini merupakan fakta peristiwa bahwa interaksi fisik tersebut bersifat insidental, bukan serangan berkelanjutan.
4. Apabila unsur penganiayaan terbukti, arah perbuatan adalah Pasal 471 KUHP, bukan penganiayaan berat atau penganiayaan berencana.
5. Sifat spontan, satu kali tindakan, dan tidak adanya kelanjutan kekerasan merupakan fakta yang relevan tidak adanya perencanaan terlebih dahulu sebagaimana Pasal 467 KUHP ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023, sepanjang tidak terdapat keadaan khusus yang mengubah kualifikasi tindak pidananya, maka ancaman pidananya:
– Penjara paling lama 6 bulan. Dan atas pertimbangan provokasi yg dilakukan Betina, Hakim dapat menentukan pidana 6 bulan dengan masa percobaan (atau pidana bersyarat), di mana terpidana tidak perlu masuk ke dalam penjara
6. Mengacu pada prinsip individualisasi pidana dalam Pasal 54 KUHP, hal-hal yang melatar belakangi peristiwa adalah:
a. Provokasi verbal yg mendahului kejadian.
b. Tidak adanya luka atau gangguan kesehatan.
c. Tidak adanya kekerasan berulang.
d. Tidak adanya persiapan atau perencanaan.
e. Sikap pelaku setelah kejadian, termasuk penyesalan dan upaya pemulihan apabila memang ada.
Tapi ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi :
- Provokasi verbal yg dilakukan Betina jelas berupa penghinaan atau pelecehan terhadap kehormatan dan martabat Tokoh, Guru, Ulama atau orang yang dimuliakan martabatnya bukan hanya oleh pelaku tapi juga masyarakat luas.
- Provokasi bukan sekadar terjadi saat perdebatan dan adu mulut biasa yg terjadi dilokasi kejadian, melainkan penghinaan verbal yg dilakukan Betina sebelum waktu peristiwa terjadi, dan dilakukan lebih dari satu kali.
Penegasan ini penting karena akan menentukan bagaimana fakta provokasi tersebut dapat dikonstruksikan dalam pembelaan, termasuk dalam penilaian motif, tingkat kesalahan, dan keadaan yg meringankan terhadap interaksi fisik yg terjadi.
Kesimpulan akhir: āKalau mau jadi Banci, pakai rok dan gincu saja. Cukup belajar silat di dapur saja dengan cobek dan ulekan.ā








temennya af
INI GARA-GARANYA….
ASAL MUASALNYA…
AWALNYA…..
SURAT ASYUARA DIBILANG SURAT PEMUSIK. WTF!!!
INI SEJARAH AWAL MULANYA…. PAHAM?
intinya main fisik kena pidana. Dan masuk penjara itu mau 6 bulan atau 6 tahun rasanya sama….
itulah akibat klw jagoan tapi otak kurang berfungsi.
walaupun secara pribadi sy ga terlalu suka sama pak Heri Prass, tapi untuk kasus ini sy akui beliau luar biasa dan bisa menahan diri.
kalo ini yg Komen Pasti Temen SekoLamnya Bani SauD, dari gaya bahasanya kelihat kental…
oe bingung orang kyk gini kok ngonten selalu bikin gaduh dibiarin ajaš”
pentingnya untuk menjaga hati dan tindakan, kalo main fisik ya siap2 masuk penjara.. makanya jangan banyak gaya
pamer otot sama nyali .. dua-dua nya sama-sama kecil
nantangin mau fight sampe mati, tawarannya di respon ngeles harus ada syarat šš
lu kyk iklan yg nipu pras, pantes ada yg langsung emosi nendang lu šš
lihat mukanya aja dah eneg….Tapi itulah Cermin dari para PENDAKU yang Ngaku SiPaling Nyunah ( Nyunah Bani SauD) isi kepalanya yang keluar lewat mulutnya serasa COmberan…
Dia, paling dibenci Ajam Ashkenazi, para pemuja Umar Hafidz, ahlul bid’ah, ahlul bod’oh, ajaran ngesotiyyun dll. yg nulis diatas, pintar amat, tunggu aja keputusan aparat kepolisian. cerdas si Pras, tdk membalas. yg mengkhawatirkan, semoga jangan terjadi, PWI-LS bela Heri Pras… rame dah… gw mah, makan sop iga kambing aja….