Gara-gara Raffi Ahmad jadi brand ambassador, Alfamart kena getahnya boikot netizen

Alfamart terseret dalam gelombang boikot netizen setelah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang merupakan Brand Ambassador (BA) lama retail tersebut, menjadi sasaran kritik tajam publik.

Aksi cancel culture ini meluas ke berbagai bisnis yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad menyusul kontroversi kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa (palsu) Indonesia di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026, yang merupakan aksi tandingan dari aksi mahasiswa asli sehari sebelumnya di tempat sama.

Berikut adalah duduk perkara mengapa Alfamart ikut terkena imbasnya:

1. Status sebagai Brand Ambassador (BA)

Netizen menyoroti bahwa Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memiliki kontrak jangka panjang atau kerja sama sebagai wajah dari merek Alfamart. Dalam gerakan boikot massal ini, netizen menargetkan semua korporasi besar, produk konsumen, hingga layanan digital yang masih mempertahankan atau menggunakan jasa RANS untuk mempromosikan produk mereka.

2. Terpergok Hanya Mengikuti Sedikit Akun di Instagram

Isu ini semakin memanas ketika warganet memergoki akun resmi Instagram Alfamart hanya mengikuti (following) sekitar 11 akun saja. Salah satu dari sedikit akun yang diikuti tersebut adalah akun resmi @raffinagita1717. Hal ini memicu reaksi negatif di kolom komentar, di mana netizen mendesak pihak retail untuk segera memutuskan hubungan kerja atau mengganti BA mereka, sembari mengancam akan memindahkan belanjaan mereka ke kompetitor atau warung lokal.

3. Respons dari Pihak Alfamart

Setelah ramainya desakan dan ancaman boikot di media sosial (seperti platform X dan Threads), pihak pengelola akun Instagram Alfamart terpantau langsung melakukan pembersihan. Mereka langsung menghapus atau unfollow akun Raffi Ahmad, sehingga daftar akun yang diikuti kini tersisa sekitar 10 akun yang seluruhnya merupakan bagian dari internal perusahaan mereka sendiri (Alfamart Group).

Sentimen negatif terhadap Raffi Ahmad memuncak setelah ia hadir dalam acara deklarasi di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Acara tersebut dituding netizen sebagai gerakan tandingan untuk memecah suara mahasiswa, terutama karena digelar sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa yang asli justru dilarang oleh pihak kepolisian. Jabatan barunya sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) juga membuat netizen menilai posisinya terlalu condong ke arah kepentingan politik pemerintah, yang kemudian berdampak luas pada ekosistem bisnis dan kemitraan komersialnya.

Baru-baru ini acara Raffi Ahmad di Jogja juga diboikot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. dari jaman dahulu aku tak pernah belanja ke alfa atau indomaret mending ke warmad pa warung tetangga sebelah sesama umat muslim karna tetanggaku bayar zakat