Ternyata CCTV itu menakutkan ya, Jenderal!

Polres Sukoharjo telah mengembalikan sebagian besar barang sitaan milik Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Ma’had Hamalatul Qur’an (HQ) di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, tetapi perangkat CCTV dan satu unit telepon genggam masih ditahan.

Rincian Barang yang Dikembalikan

Dalam konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (31/10/2026), Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena menyerahkan barang-barang yang tidak terkait dengan tindak pidana kepada pihak kuasa hukum dan pengurus ponpes:

  • 17 unit telepon genggam pintar (smartphone) (sebagian besar sudah dikembalikan, menyisakan 1 unit)
  • 3 hingga 5 unit kendaraan bermotor
  • 1 unit perangkat komputer (CPU)
  • 1 unit drone
  • Brankas/kotak berharga yang berisi perhiasan emas dan uang tunai dipastikan utuh dan dibuka bersama kunci aslinya

Status CCTV dan Penanganan Kasus

  • CCTV: Sebanyak dua unit CCTV milik pondok pesantren masih ditahan oleh pihak kepolisian DENGAN ALASAN untuk kepentingan penyidikan terkait kasus dugaan perusakan dan pembakaran warung di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

“Polisi sudah kembalikan barang milik Pesantren Putri Sukoharjo yang digerebek secara serampangan, KECUALI CCTV. Nah, jadi teringat kasus KM50 dan kasus ex Kadiv PROPAM Ferdy Sambo. Ternyata CCTV itu menakutkan ya, Jenderal!” ujar Syamsuddin AK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. seprtinya salafi kemarin dukung prabowo, bisa minta tolong ke prabowo untuk segra membantu menuntaskan masalah ini. semoga kapolri yang baru bersikap tegas kepada anak buahnya yang ngawur itu.

  2. Beginilah kalo orang kafir ( kapolda) dikasih kuasa, semena mena terhadap muslim….yang ruwet malah WaguB…ini pelanggaran HAM berat malah bahas izin lembaga ka KOPLAK…

  3. cctvnya masih utuh apa sdh rusak. sbenarnya dagelan apa ya masalah warung babi kok nyasar pesantren anak2 dan tengah malam jam 3 abis perkara cuma soal perizinan apa iya hanya seperti itu soal perizinan coba drama apaa sbnernya?