Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. R. Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., M.A., meminta Gibran Rakabuming Raka berjiwa besar untuk mengundurkan diri dari kursi Wakil Presiden usai putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA miliknya.
Herlambang menilai, pembatalan dokumen administratif yang menjadi syarat formal pencalonan di Pilpres 2024 tersebut secara mutlak menggugurkan legitimasi hukum keterpilihan Gibran.
“Ketika Mahkamah Agung menyatakan bahwa surat keterangan itu tidak sah, maka sebenarnya sudah cukup menjadi dasar bahwa Gibran harus dipertanyakan secara keabsahan formalnya dalam pencalonan wakil presiden,” kata Herlambang saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/10/2026).
Menurut Herlambang, pertimbangan hukum (ratio decidendi) dalam putusan perkara perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) terdahulu, telah mengindikasikan bahwa Gibran tidak memenuhi kualifikasi karena tidak memiliki bukti kelulusan formal setara SMA.
Kini, kecacatan administratif tersebut dipertegas oleh vonis kasasi MA yang membatalkan suket penyetaraan yang selama ini dijadikan pengganti ijazah.
Oleh karena itu, Guru Besar Fakultas Hukum UGM ini membeberkan dua opsi langkah ketatanegaraan yang semestinya ditempuh.
Pertama, DPR RI tidak perlu lagi ragu untuk segera menggunakan hak konstitusionalnya menggulirkan proses pemakzulan (impeachment) terhadap Gibran.
“Karena ini sudah jelas sekali ijazah itu tidak ada, atau setidak-tidaknya itu dari putusan MK, ratio decidendinya maupun amar putusan dari putusan MA itu jelas sekali ijazah itu tidak ada (bahwa) surat keterangan itu tidak tepat digunakan sebagai pengganti ijazah atau dinyatakan tidak sah. Jadi jelas sekali ini hal yang mencederai porses formal di dalam pencalonan presiden dan wakil presiden,” jelasnya.
Namun, opsi kedua yang dinilainya jauh lebih bermartabat bagi etika demokrasi adalah pengunduran diri secara sukarela oleh Gibran sendiri.
“Menurut hemat saya lebih tepat Gibran mengundurkan diri, sehingga kita sebagai warga negara itu tidak perlu disibukkan urusan polemik ijazah ini dan Gibran harusnya malu untuk menjadi wakil presiden dengan syarat-syarat yang sebenarnya sudah dinyatakan pengadilan tidak sah atau tidak ditemukan ijazah aslinya,” tegasnya.
Herlambang mengingatkan, polemik legitimasi Gibran telah menyedot dan menghabiskan energi politik ketatanegaraan Indonesia sejak awal proses pencalonan.
Ia menyinggung lahirnya Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah syarat batas usia capres-cawapres dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Putusan kontroversial tersebut berujung pada sanksi pencopotan jabatan Ketua MK terhadap Anwar Usman oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) karena terbukti melakukan pelanggaran etik berat demi meloloskan keponakannya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, putusan tingkat kasasi tersebut terdaftar dengan nomor perkara 742 K/TUN/2026 yang diputus pada Jumat (30/10/2026).
Majelis hakim MA yang dipimpin Yulius bersama hakim anggota Hari Sugiharto dan Maftuh Effendi membatalkan putusan tingkat pertama (judex facti) dan mengadili sendiri perkara dengan mengabulkan seluruh gugatan pemohon, Subhan Palal.
Sumber: Tribunnews
SAYANGNYA GIBRAN GAK PUNYA MALU








JAZAKALLAHU KHAIRAN DAN TERIMAKASIH UNTUK BAPAK PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO YANG TELAH MENGHANTAM KEPALA MAGOT PEMBENCI ISLAM DENGAN 2 HANTAMAN:
1. MENGGANTI KAPOLRI KAFIR IDOLA MAGOT PEMBENCI ISLAM.
2. MELANJUTKAN KASUS IJAZAH BAPAK DAN ANAK.
SEMOGA HANTAMAN KE-3 MEMBUAT MAGOT TERHUYUNG-HUYUNG. DAN HANTAMAN KE-4 LANGSUNG TKO…
saya berharap ahy yg jd wapres, supaya pengkhianatan di masa lalu dibayar tuntas
kadrun gasabaran kan kemaren ngamuk2 pas rocky diajak gabung, sekarang mereka baru bisa mencerna siapa yg wowo mau gebuk, emg agak susah kadrun utk diajak berlogika, sekarang nonton aja ya drun gini cara berpolitik bukan grasa grusu
ni orang sperti paling paham politik, nih 😂
BUAHAHA… BEDA ORANG MAGOT OON… MAGOT KOPLAK
😈 kok komentar
roky girang atheis..waktu disumpah di istana pake apa Lot?😂😂
kasih info dong🤣🤣
Kelaparan lu ya cari duit buat makan sampe segitunya total banget jadi orang tololnya.
org ini sama aja dgn gibran,,,
GOBLOK-nya gak ketulungan…..
L.O.L
sekalian tuh jilatin taek-nya wo2 karena udah bikin rupiah 18rb dan IHSG anjlok…
terwo GOBLOK lu…
L.O.L
kelamaan, minta mi fur bla BLA BLA, ini makhluk dan seluruh keluarga dan pendukung 2 nya tidak punya malu, langsung seret saja
ya betul diseret aja matanya ditutup tangannya diborgol ditelanjangi sambil digebuki
bapak nya udah nipu 10 thn aja biasa aja..
Selama biangnya nya masih hidup dia merasa kuat pikirnya coba aja kalau berani.
Si plonga-plongo suruh mundur? Ngimpi!!!