Penaklukan Konstantinopel oleh Ottoman
Pada tanggal 29 Mei 1453 M, Sultan Ottoman Muhammad Al-Fatih (Mehmed Sang Penakluk) menaklukkan ibu kota Bizantium, Konstantinopel, setelah pengepungan selama 53 hari.
Sultan Mehmed II yang berusia 21 tahun memasuki Konstantinopel pada sore hari tanggal 29 Mei 1453 melalui Gerbang Charisius, yang juga dikenal sebagai Gerbang Adrianople. Setelah penaklukan, ia menerapkan disiplin ketat di antara pasukannya dan berupaya melestarikan kota agar dapat berfungsi sebagai ibu kota kekaisarannya.
Mehmed bertujuan untuk mengembalikan Konstantinopel ke kejayaannya semula. Ia mendorong orang-orang dari berbagai wilayah kekaisaran untuk menetap di kota tersebut, termasuk Muslim, Yunani, Armenia, Yahudi, Slavia, dan lainnya. Banyak orang Yahudi juga bermigrasi dari Eropa Barat, tempat mereka menghadapi penganiayaan.
Untuk menghidupkan kembali perekonomian kota, Mehmed memerintahkan pembangunan Grand Bazaar, yang segera menjadi pusat perdagangan dan perniagaan yang penting. Sebagai hasil dari upaya-upaya ini, Konstantinopel dengan cepat kembali makmur.
Setelah penaklukan, Mehmed II mendirikan kekaisaran terpusat yang membentang di Eropa dan Asia, dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya. Kota ini tetap menjadi pusat politik dan administrasi Kekaisaran Ottoman selama empat abad berikutnya.







turk memang jago perang dari zaman seljuk, lalu ada mehmed 2 lalu ada suleyman the magnificent dan yg terakhir ada mustafa kemal