Fakta Mengerikan Bahaya Tato, Inilah Kenapa Islam Mengharamkannya

โœ๐Ÿปdr. Adam Prabata

Tato itu “permanen” BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—น๐˜‚๐˜€ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—น-๐˜€๐—ฒ๐—น ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐—ป.

  • Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing.
  • Pigmen yang masuk langsung “dimakan” oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
  • Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme “captureโ€“releaseโ€“recapture” yang membuat tato bisa bertahan lama.
  • Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut.
  • Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama.
  • Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar.
  • Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
  • Sederhannya tato “permanen” itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
  • Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.

Semoga bermanfaat!

Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers – a Danish study of twins

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar