Di dalam tradisi Gereja Ortodoks Siria (Syriac Orthodox Church), komunitas Aramean menjaga tradisi doa harian yang sangat kuno, yang berakar pada praktik alkitabiah dan tradisi biara awal.
Doa 7 Waktu (Shehimo)
Gereja Ortodoks Siria menetapkan tujuh waktu doa tetap setiap hari, yang didasarkan pada Mazmur 119:164: “Tujuh kali sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil”. Buku panduan doa ini disebut sebagai Shehimo (berarti “doa sederhana” atau “biasa”).
Waktu doa tersebut dimulai sejak matahari terbenam (sesuai kalender gerejawi) dengan pembagian sebagai berikut:
- Ramsho: Doa Sore (Vespers) pada pukul 18:00.
- Soutoro: Doa Sebelum Tidur (Compline) pada pukul 21:00.
- Lilio: Doa Tengah Malam (Vigil) yang terdiri dari tiga “jaga” atau “watch”.
- Saphro: Doa Pagi (Matins) pada pukul 06:00.
- Tloth sho’in: Jam Ketiga (Terce) pada pukul 09:00.
- Sheth sho’in: Jam Keenam (Sext) pada pukul 12:00.
- Tsha’ sho’in: Jam Kesembilan (None) pada pukul 15:00
Dalam praktik sehari-hari bagi umat awam, waktu-waktu ini sering kali digabungkan menjadi dua atau tiga sesi utama: pagi, siang, dan sore/malam.
Bahasa dan Posisi Berdoa
- Bahasa Aramaic (Siria): Doa dilakukan dalam bahasa Aramaic Siria (Classical Syriac), bahasa yang secara tradisional dianggap sebagai dialek yang digunakan oleh Yesus Kristus dan para rasul. Doa-doa utama seperti “Bapa Kami” (Abun dbašmayo) dan “Salam Maria” (Shlomo lekh Maryam) selalu dilantunkan dalam bahasa suci ini.
- Arah Hadap: Umat berdoa dengan menghadap ke arah Timur, melambangkan penantian akan kedatangan kedua Yesus Kristus (Parousia).
- Pemisahan Pria dan Wanita: Dalam ibadah komunal, terdapat pemisahan barisan di mana pria menempati area depan atau satu sisi, sementara wanita berada di belakang atau sisi lainnya. Hal ini mencerminkan tradisi gereja Timur yang menjaga ketertiban dan fokus spiritual selama liturgi atau doa bersama.
- Prostrasi (Kumbideel): Berdoa melibatkan gerakan tubuh aktif seperti berdiri, membungkuk, dan sujud (prostrasi), terutama selama masa puasa (Lent). Wanita biasanya menggunakan penutup kepala (veil) saat melakukan doa-doa ini sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan pada tradisi rasuli.
[VIDEO]







masih belum mau nerima mereka bahwa nabi terakhir adalah nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam