Cuma ngingatin 98 aja…
Soeharto dilantik 11 Maret 98, hanya 2 bulan lebih menjabat, 21 Mei 98 Soeharto lengser ‼️
Semua diawali dengan carut marut dan hancurnya perekonomian bangsa kita, demonstrasi meledak dan 4 mahasiswa Trisaksi tewas menjadi korban penembakan acak (situ yg dulu ikut demo² tahulah siapa mereka).
Tidak lama tewasnya 4 mahasiswa maka meledaklah Jakarta dengan adanya kerusuhan besar-besaran.
Penjarahan terjadi dimana mana.
Militer yang saat itu menjadi “musuh” mahasiswa karena menjadi kaki tangan Soeharto masih menunjukkan taringnya. Tidak lama Prabowo juga lengser dari jabatan Pangkostrad dan dilempar ke kodiklat Bandung dan tidak lama diberhentikan secara hormat. Nampaknya kedudukan Prabowo juga dianggap bahaya karena statusnya sebagai mantu Soeharto.
Jujur saja… saya khawatir aura 98 kembali lagi dalam bentuk yang lebih dahsyat, karena ketidakpekaan para pemimpin bangsa ini.
Dalam hal ini kunci dari itu semua adalah langkah dari Jenderal (Horn) Prabowo Subianto. Kalau dia masih seperti yang sekarang ini, bukan tidak mungkin jabatannya dalam waktu singkat sebagai Presiden bisa terancam karena muaknya masyarakat dengan berbagai problematika yang justru sumbernya banyak berasal dari pemerintah itu sendiri.
Hutang negara yang “mengerikan” tapi dibilang “aman” sama si ratu pajak. Pajak yang gila-gilaan dari banyak sektor, fasilitas anggota DPR yang dimanjakan sehingga memicu kecemburuan sosial, kekerasan aparat yang masih sering muncul dalam menghadapi massa, aparatur hukum yang masih sulit untuk dipercaya masyarakat, menteri-menteri yang meresahkan dengan berbagai pernyataan dan perkataannya, rangkap jabatan yang tidak terkendali, Multi fungsinya antara jabatan Militer/Polisi dengan jabatan sipil dan segudang masalah lainnya.
Jadilah pemimpin yang tidak hanya heroik dan tegar di podium tapi juga heroik di kebijakan yang berfihak kepada rakyat.
Kalau cuma gahar di podium tapi begitu turun podium “berubah haluan” karena ini itulah, itu justru menodai diri dan jiwa anda yang selama ini anda klaim “berjiwa patriot”.
Oligarki yang menindas rakyat sudah waktunya ditendang!
Jangan justru malah diundang ke tempat tempat “sakral”!
Menteri dan pejabat pejabat yang tidak jelas hasil kerjanya segera pecat!
Tidak perlu juga ada rasa ewuh pekeweuh sama Presiden yang terdahulu!
Kekuasaan sekarang ada di tangan anda!
Kalau masih banyak pertimbangan yang menguntungkan oligarki dan partai-partai serta keluarganya Mukidi, percayalah bukan tidak mungkin anda bisa lengser seperti mertua anda dulu, terus yang naik justru adalah orang yang pernah menghina habis-habisan diri anda tapi sekarang malah dekat dengan anda…!
Kebayang betapa tambah hancurnya negeri ini jika dikuasai oleh “anak haram konstitusi” yang melihat wajahnya saja sudah menjengkelkan ‼️
Masih belum terlambat untuk memperbaiki kondisi bangsa ini, itupun kalau Anda masih memiliki nurani.
Segera bertindak secepatnya mumpung Anda sedang berkuasa.
Buatlah sejarah yang bisa membuat leluhurmu tersenyum dan bangga…
Jangan membuat malu tapi berikan kebanggaan bagi keluarga besar Bani Al Fattah dan bangsa !
IT’S NOW OR NEVER JENDRAL !
(✍️Iwan Mahmoed Al Fattah)






