CHINA MENGHAPUS NAMA ‘ISRAEL’ DARI PETANYA

Meskipun Pemerintah China secara resmi membantah, laporan dari berbagai media internasional seperti The Wall Street Journal menunjukkan bahwa nama “Israel” memang tidak muncul pada peta digital utama di China.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi tersebut:

  • Platform yang Terdampak: Nama Israel tidak terlihat pada layanan peta digital yang dijalankan oleh raksasa teknologi China, yaitu Baidu dan Amap (milik Alibaba).
  • Detail Visual: Meskipun nama negaranya tidak muncul, garis perbatasan yang diakui secara internasional serta nama kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem tetap terlihat pada peta tersebut.
  • Waktu Kejadian: Omitansi ini mulai mendapat perhatian luas segera setelah pecahnya konflik Israel-Hamas pada Oktober 2023. Beberapa laporan menyebutkan bahwa nama tersebut mungkin sudah tidak ada sejak tahun 2021.
  • Alasan Teknis dari Perusahaan: Baidu memberikan penjelasan bahwa nama negara kecil terkadang tidak ditampilkan secara otomatis pada tingkat zoom tertentu untuk menjaga kejelasan tampilan peta. Namun, banyak pengamat merasa skeptis karena negara-negara sekecil Luksemburg tetap terlihat jelas dengan nama mereka.

Para pakar geopolitik melihat hal ini sebagai bentuk diplomasi lunak atau cerminan dari sikap China yang cenderung lebih mendukung perjuangan Palestina dalam konflik di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Cina kemerdekaan. nya tdk di dukung palestine tapi krn melihat ada penjajahan di palestina mrk dukung palestina, dan indonesia kemerdekaan nya didukung oleh palestina bahkan dibantu dana di awal kemerdekaan tapi skrg sok2 an bela si rewel