Bloomberg Ungkap Pandu CIO Danantara Punya 27,5% Saham Supra Sekuritas Yang Terkena Sanksi OJK

Laporan eksklusif Bloomberg mengungkapkan bahwa Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, memiliki 27,5% saham di PT Supra Sekuritas Indonesia secara tidak langsung melalui PT Asha Artha Sehati. Kepemilikan ini menjadi sorotan karena Supra Sekuritas merupakan salah satu broker yang dijatuhi sanksi administratif dan denda oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kasus manipulasi pasar.

link: https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-10-29/indonesia-s-wealth-fund-cio-owns-stake-in-sanctioned-brokerage

Klarifikasi Pandu

Pandu Sjahrir memberikan klarifikasi resmi bahwa ia hanyalah pemegang saham minoritas dan pasif di PT Supra Sekuritas Indonesia (SS). Klarifikasi ini merespons laporan dari media Bloomberg yang menyoroti kepemilikan saham tidak langsungnya di perusahaan efek tersebut, yang baru-baru ini terkena sanksi administratif dan denda oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kasus manipulasi pasar saham emiten tertentu.

Berikut adalah poin-poin penting terkait klarifikasi Pandu Sjahrir:

  • Pernyataan Posisi Saham: Pandu menegaskan posisinya di Supra Sekuritas murni sebagai investor pasif. Ia memegang saham tidak langsung sebesar 27,5% melalui PT Asha Artha Sehati, sementara mayoritas saham (72,5%) dikuasai oleh PT Ascend Bangun Persada.
  • Bebas dari Operasional & Pelanggaran: Pandu menyatakan tidak terlibat dalam operasional harian, jajaran direksi, komisaris, maupun proses pengambilan keputusan korporasi. Laporan Bloomberg dan keputusan OJK juga tidak menyebutkan adanya tuduhan pelanggaran ataupun keuntungan yang didapatkan Pandu dari aktivitas transaksi tersebut.
  • Dukungan Terhadap OJK: Selaku Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu menyatakan menghormati dan mendukung penuh langkah tegas OJK dalam menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terlibat dalam praktik manipulasi pasar tanpa pandang bulu. Hal ini dinilainya penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan investor asing di pasar modal Indonesia.
  • Analogi Kepemilikan: Melalui akun media sosialnya, ia menganalogikan situasi ini seperti seseorang yang membeli saham sebuah bank, yang mana kepemilikan tersebut tidak serta-merta menjadikan orang tersebut bagian dari manajemen atau bertanggung jawab atas operasional bank tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. 🎥 Video pendek (Faedah harian)
    📖 Wawasan keislaman
    💡 Tips kesehatan
    🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
    🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
    ✨ Quote motivasi islami
    📝 Artikel keislaman
    📰 Kabar dunia Islam

    InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.

    📲 Tafadhdholu follow channel kami:
    http://islami.top/wa

    بارك الله فيكم