
Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia sebentar lagi akan memasuki bulan puasa atau bulan Ramadhan.
Muhammadiyah akan memulai 1 Ramadan tahun 2026 ini mulai besok Rabu 18 Februari, sehingga nanti malam sudah mulai Solat Tarawih.
Sementara kemungkinan Pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan tahun 2026 mulai Kamis 19 Februari.
Insya Allah perbedaan ini tidak akan menimbulkan gejolak di masyarakat dan akan disikapi dengan bijak.
Justru yang menjadi kekhawatiran sebagian pihak adalah pidato Prabowo yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat karena akan menuai pro kontra yang cukup keras.
Oleh karena itu diharap Prabowo tidak pidato selama bulan Ramadan demi menjaga ketenangan dan kekhusyu’an ibadah puasa.
“Biar rakyat tenang puasa berharap Prabowo libur pidato,” ungkap Ahmad Tsauri di media sosial facebook yang mendapat ribuan like dari netizen.
Saya sih Yes setuju 😀







Udah byk ngelantur….
Banyak dikasih masukan bagus ga mau denger
Dulu sampe gebrak2 meja ngritik rezim nganu
Udah jadi mah sami mawon
Betu
heyyyyyy antek antek asing
Bro, ini versi kalimat yang menenangkan tapi tetap tegas dan elegan:
—
Di bulan suci Ramadhan ini, mari kita jaga hati, lisan, dan pikiran. Umat Islam sedang menata jiwa, menahan diri, dan memperbanyak ibadah demi meraih keberkahan.
Ramadhan adalah waktu untuk menundukkan ego, bukan meninggikan suara. Waktu untuk memperbaiki diri, bukan memperpanjang polemik.
Rakyat yang berpuasa membutuhkan ketenangan, bukan kegaduhan. Membutuhkan kesejukan, bukan pidato yang memicu keresahan.
Hormatilah kekhusyukan umat.
Hentikan kata-kata yang mengganggu ketenteraman.
Jaga lisan, karena setiap ucapan dipertanggungjawabkan.
Biarkan Ramadhan menjadi ruang hening bagi rakyat untuk beribadah dengan damai, tanpa distraksi yang merusak pahala puasa.
Mari kita isi bulan suci ini dengan kebijaksanaan, bukan kebisingan.