Banjir Pujian, MetroTV Sebut “Tentara Teroris Amerika Serikat”

Keberanian seorang presenter MetroTV dalam membawakan berita internasional kembali menuai banjir pujian dari netizen Indonesia. Dalam siaran berita terkait klaim sukses Iran menembak jatuh jet tempur F-18 milik Amerika Serikat di atas langit Chabahar pada 25 Maret 2026, presenter tersebut dengan tegas menyebut pasukan AS sebagai “tentara teroris Amerika Serikat”. Pernyataan ini langsung viral dan mendapat dukungan luas dari masyarakat yang selama ini muak dengan hegemoni Barat di Timur Tengah.

Menurut laporan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), jet F-18 tersebut berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Basij di wilayah Chabahar. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kekuatan pertahanan Iran dalam menghadapi agresi militer Amerika dan sekutunya, Israel. Iran, yang selama ini menjadi target sanksi dan provokasi berkepanjangan dari Washington, kembali menunjukkan bahwa kedaulatan negaranya tidak bisa diganggu gugat. Rudal-rudal buatan dalam negeri Iran mampu menembus pertahanan jet canggih buatan AS, membuktikan kemajuan teknologi militer Republik Islam yang mandiri.

Pernyataan presenter MetroTV ini disambut hangat oleh ribuan netizen. Banyak yang menyebutnya sebagai “keberanian jurnalistik” di tengah dominasi narasi Barat di media mainstream global. “Akhirnya ada media Indonesia yang berani bicara jujur, bukan ikut-ikutan propaganda AS,” tulis salah satu komentar di Instagram yang mendapat ribuan like. Pujian serupa datang dari berbagai kalangan, termasuk aktivis pro-Palestina dan pengamat politik Timur Tengah yang melihat MetroTV sebagai salah satu media yang lebih berpihak pada kebenaran dan keadilan.

Konflik ini bagian dari eskalasi panjang di Timur Tengah. Amerika Serikat, bersama rezim Zionis Israel, kerap melakukan provokasi terhadap Iran melalui operasi militer, sanksi ekonomi, dan kampanye hitam. Berbagai serangan terhadap fasilitas nuklir dan jenderal Iran di masa lalu menunjukkan pola imperialisme yang tidak berubah. Sementara itu, Iran konsisten membela kedaulatannya dan mendukung perlawanan rakyat Palestina serta kelompok-kelompok pejuang di kawasan.

Keberhasilan menembak jatuh F-18 ini menjadi simbol perlawanan terhadap “terorisme negara” yang dilakukan AS selama puluhan tahun, mulai dari invasi Irak, Afghanistan, hingga dukungan tak henti terhadap pendudukan Israel di Palestina.

MetroTV dalam pemberitaannya kali ini dianggap berhasil menghadirkan perspektif yang berbeda. Alih-alih mengekor narasi CNN atau BBC yang bias pro-AS, stasiun televisi swasta Indonesia ini memberikan ruang bagi klaim resmi Iran beserta fakta lapangan yang dilaporkan IRGC. Hal ini mencerminkan semangat jurnalisme yang berpihak pada yang lemah dan tertindas, bukan pada kekuatan superpower yang gemar mengobarkan perang demi minyak dan pengaruh geopolitik.

Bagi banyak pengamat, momen ini menjadi pengingat bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Di era banjir informasi palsu dari Barat, suara jernih yang menyebut “tentara teroris Amerika Serikat” adalah angin segar. Ini menunjukkan bahwa tidak semua media Indonesia takut untuk bersikap tegas terhadap agresor global.

Ke depan, diharapkan lebih banyak media nasional yang berani mengadopsi pendekatan serupa: objektif tapi tidak netral terhadap kezaliman. Banjir pujian untuk MetroTV ini bukan sekadar apresiasi sementara, melainkan cerminan keinginan masyarakat Indonesia yang semakin kritis terhadap politik luar negeri AS dan dukungannya terhadap Israel. Iran terus berdiri teguh, dan suara-suara seperti presenter MetroTV ini semakin menguatkan solidaritas global terhadap perlawanan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Akhirnya keluar juga penjilat bo’ol Trump, Kere kesot AF Aris Fu*k (koncone MBS). Bangun Woii, Trump aja ngibrit cari selamat karena diluar dirudali IRAN dan dalam negeri didemo rakyatnya besar-besaran (8 juta org), kalian y4hudi pesek masih mimpi basah ?!
    Dengar2 katanya sempat masuk bangsal RSJ ya (gangguan ODGJ) akibat SYOK Setanyahu udah jadi BANGKE ?