Jawaban Anies Baswedan saat ditanya tentang MBG, pantesan kalah Pilpres, gak bisa diajak bancakan proyek

Ibu-ibu bertanya: Bagaimana pandangan Pak Anies terkait MBG? Yang mana itu banyak mengambil daripada dana pendidikan, Pak?

Jawaban Pak Anies:

“Dalam kita membangun, pendekatannya ada dua. Pendekatan programatik dan pendekatan movement.

Kalau kita ingin membangun, menurut saya pendekatan harus pendekatan movement, pendekatan gerakan. Pendekatan gerakan itu artinya apa? Berikan kepercayaan kepada rakyat.

Kami di Jakarta pernah membuat program sarapan pagi untuk anak-anak sekolah.

Pengadaan barang jasa itu empat tipe:

  1. Tipe satu, dikerjakan oleh dinas.
  2. Tipe dua, dibuat tender. Diumumkan, lalu tenderkan. Ada perusahaan yang ikut tender.
  3. Tipe tiga, dikerjakan oleh masyarakat dari penugasan negara.
  4. Tipe empat, inisiatif masyarakat.

Itu empat tipe pengadaan barang jasa.

Pemerintah itu senangnya tipe satu, tipe dua. Dikerjakan sendiri, atau ditenderkan. Betul tidak?

Nah, kami di Jakarta pakai tipe tiga.

Dan waktu kami menjalankan tipe tiga, ternyata DKI itu provinsi pertama, kota pertama yang menjalankan paket tipe tiga. Nggak ada yang mau tipe tiga itu. Kenapa? Karena uangnya diserahkan rakyat. Bukan dikerjakan oleh dinas.

Nah, kepada siapa diserahkannya? Persatuan orangtua murid di sekolah itu. Diberikan dananya. Diberikan kriteria nutrisinya. Contoh-contoh menunya. Lalu mereka masak, diawasi oleh sesama orangtua. Wah, sesama orangtua itu kalau ngawasin top. Bener nggak?

Jadi, pengawasannya oleh lingkungan. Apa yang terjadi? Ibu-ibu itu masak sarapan untuk anaknya, jauh lebih bagus daripada standar pelayanan minimal yang diterapkan oleh pemerintah. Dan anaknya suka dengan menunya. Yang dimasak ibu-ibu itu yang anak-anaknya suka.

Lalu ada efek yang kami nggak menduga. Apa itu efeknya? Antar ibu-ibu kompetisi. Mana yang lebih enak masakannya? Karena anak-anaknya menilai.

Jadi pendekatannya pendekatan kepercayaan pada masyarakat.”

Nis… nis… pantesan kalah Pilpres, gak bisa diajak bancakan anggaran kalau model programnya begini πŸ˜…

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. pemerintah selalu berkoar ttg upaya mensejahterakan rakyat bla bla bla, tapi ogah ngasih dana ke masyarakat utk menjalankan suatu program. mereka lbh suka duitnya ngalir ke dinas alias dikekep sendiri. padahal kalau masyarakat diberi kepercayaan utk mengelola anggaran & menjalankan suatu program akan terjadi perputaran ekonomi dan masyarakat yg merasakan manfaatnya