AS-Israel membom lebih dari 30 universitas di Iran, membunuh profesor dan mahasiswa

Berita mengejutkan dari Al Jazeera. AS dan Israel sengaja membom lebih dari 30 universitas di seluruh Iran, membunuh para profesor di rumah mereka dan membantai lebih dari 60 mahasiswa. Washington secara sistematis berupaya menghancurkan kemajuan ilmiah Iran.

Laporan dari Al Jazeera mengonfirmasi adanya serangan udara sistematis oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur pendidikan di Iran.

Berikut adalah rincian fakta terkait situasi tersebut:

  • Universitas yang Menjadi Target: Kementerian Sains Iran melaporkan bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena dampak serangan sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026. Target utama meliputi:
    • Universitas Teknologi Sharif (Tehran): Pusat data dan laboratorium penelitian, termasuk yang mendukung platform kecerdasan buatan (AI), hancur total akibat serangan “bunker-buster”.
    • Universitas Shahid Beheshti (Tehran): Institut Penelitian Laser dan Plasma yang bekerja pada bidang kesehatan dan diagnostik hancur.
    • Universitas Teknologi Isfahan: Fasilitas penelitian teknologi tinggi mengalami kerusakan berat.
  • Pembunuhan Akademisi: Beberapa profesor terkemuka dilaporkan tewas dalam serangan di kediaman mereka. Salah satu yang teridentifikasi adalah Saeed Shamaghdari, seorang profesor di Universitas Sains dan Teknologi Iran, yang tewas bersama dua anaknya di rumah mereka di Tehran utara.
  • Korban Pelajar dan Guru: Data dari Kementerian Pendidikan Iran menyebutkan setidaknya 281 siswa dan guru telah tewas dalam berbagai serangan terhadap fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar. Salah satu insiden paling mematikan terjadi di sebuah sekolah dasar di Minab, yang menewaskan sekitar 170 anak perempuan pada hari pertama perang.
  • Tujuan Strategis: Pejabat Iran menuduh Washington dan Tel Aviv melakukan “scholasticide”—penghancuran sistematis terhadap kemajuan sains dan budaya Iran untuk melumpuhkan fondasi pengetahuan negara tersebut.

Pemerintah AS menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran, meskipun banyak ahli hukum internasional mengecam penargetan situs sipil seperti universitas sebagai potensi kejahatan perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. strategi balik ke jaman batu .. sama seperti mongol masuk irak dulu, semua dibunuh, sumber pendidikan di rusak sampai tidak tersisa … US memang teroris dan pembunuh kejam di dunia..

  2. Kalo di konoha, yg kritis dan cerdas dipersekusi atau dikriminalisasi, sementara yg goblok dan penurut dipiara … rejim secara tdk lgs mempercepat kepunahan republik ini ..