‘Antek-antek Asing’ mendunia guys

BREAKING: media Jepang menyebut pemerintah Indonesia memakai buzzer untuk membungkam publik dengan cara menuduh warga yang kritis sebagai “antek-antek asing”.

Antek-antek asing mendunia guys.

Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as “foreign agents” and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said.

The Japan Times

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. mending 11/100… ternyata lebih bego..
    1/17.600…
    bangsat pemilih 02… ga punya otak IQ 76
    TANGGUNG JAWAB WOY …

    1. pemilih mbah Wowo sebenarnya punya otak sih bro. Yang mereka TIDAK PUNYA adalah AKAL‼️

  2. wkwkwkwk…kapok.kowe aris Wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun. Kowe sebagai buzzer amatiran tuh disinggung
    lu terkenal, Akhirnya lu mendunia Ris‼️😝😂😜🤣

  3. Always Do Opposite What Media Says

    Hot take: Menurut saya sih, dikritik The Economist mah itu justru tandanya Indonesia makin diperhitungkan.

    Coba pikir.

    The Economist gak akan membuang halaman editorial mereka untuk negara-negara yang gak relevan. Mereka menulis panjang tentang Prabowo karena Indonesia, dengan 280 juta jiwa, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan posisi strategisnya, sudah terlalu besar untuk diabaikan.

    Apakah kritik mereka fair? Ya belum tentu. Harus cek ideologi editorialnya kalau ini sih (saya spill di page paling belakang).
    Ini adalah majalah yang ideologinya sangat spesifik, pasar bebas, globalisasi, minim peran negara di ruang ekonomi. Siapapun yang bergerak di luar jalur itu akan dikritik. Trump. Xi. Modi. Macron. Putin. Sekarang Prabowo.

    Yang menarik: semua pemimpin itu masih berdiri. Negara mereka masih jalan dan maju sampai sekarang. Rakyatnya juga masih beraktivitas saja seperti biasa.

    Jadi boleh banget baca kritik The Economist. Tapi juga bijak memilih untuk tidak langsung percaya sebelum mengambil kesimpulan. Lebih bagus lagi, siapkan waktu untuk membaca artikel nya secara penuh. Jangan baru baca Headline lalu udah ngerasa paling tau segalanya. Kebiasaan siapa hayo baca HL doang, males baca beritanya tuntas 😁🫣.

    Swipe untuk lihat siapa saja pemimpin dunia yang sudah pernah “naik kelas” versi The Economist.

    https://www.facebook.com/reel/911605861789242

    1. ini yg dibahas Japan Times, si bego ini malah copas pembahasan soal The Economist. lain kali baca dulu artikelnya sampe abis, terus cari opini tandingan yg sesuai