Terwo oh Terwo

TERMUL = Ternak Mulyono
TERWO = Ternak Wowo

Para Terwo ini berpikir, orang Indonesia isinya cuma akar rumput dan usahanya cuma buka warung makan di mana bahan bakunya seperti beras, sayur mayur, kedelai, minyak goreng, dan lain-lain, adalah hasil bercocok tanam sendiri.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, mereka cukup survei ke salah satu warung makan di mana mereka biasa makan. Ketika harga tempe mendoan dan es teh tidak naik, mereka langsung menyimpulkan pelemahanan rupiah tidak ada efeknya ke masyarakat.

Tentu saja mereka tidak mau mempertimbangkan mungkin saja pemilik warung tidak mau menaikkan harga karena takut sebagian pelanggannya kabur. Pemilik warung mungkin terpaksa tidak menaikkan harga walau HPP-nya sudah ganti harga, dengan konsekuensi mengurangi keuntungan.

Terwo oh Terwo… Seandainya kalian bisa diekspor, negara kita pasti sudah kaya dan maju dari dulu.

(Wendra Setiawan)

*Para Terwo perlu disumpel pakai jejak digital ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Kalau ada berita riil seperti ini, yg namanya ANJING PENJILAT, Babi guRun GEROMBOLAN TerMul dan TerWo semua mingkem, tiarap, tak mau komen. Tak terkecuali si Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim)‼️

  2. Dari 10 warung makan langganan, yg berjaya sebelum dollar naik, coba hitung yg msh bertahan ada brp? Di deket kantor sy sj, satu2 mulai bertumbangan …

  3. Rezim angka 11 bisanya cuma terus andalkan alat buzzer, dikerahkan bikin opini hoax memoles & menutupi ketidakbecusan dan kebobrokan eksistensinya yang rutinitas nya cuma itu² saja ; jalan² plesiran bulan madu ke LN, pidato ngoceh² klaim hoax nyenengin sendiri, dan cari kambing hitam nuduh² pihak lain, gitu aja terus, sangat berbanding terbalik sekali kelas kualitasnya dengan sang mertua meski otoriter, nepo & korup juga, ada salah satu rutinitas bermanfaat nya dimana seminggu sekali beliau sering jalan meluangkan waktu ke desa² buat ngejuri langsung acara Kelompencapir dekat dg petani² demi ketahanan & kestabilan pangan, jadi politiknya bermain imbang dimana rakyat di bawah dibuat kenyang, nyaman, makmur, cerdas & stabil dulu supaya adem diam tenang tidak akan peduli, brisik vokal kritis nyenggol kepentingannya.