Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari surat kabar Israel berbahasa Ibrani Maariv yang diterbitkan pada 1 Mei 2026, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah mengungguli Benjamin Netanyahu untuk menjadi Perdana Menteri.
Berikut adalah detail hasil survei tersebut:
- Naftali Bennett: 46% responden menganggapnya paling cocok menjadi perdana menteri.
- Benjamin Netanyahu: 41% responden mendukungnya.
- Tidak tahu/Lainnya: Sisanya, termasuk sekitar 13% atau lebih dalam beberapa simulasi, menyatakan tidak tahu atau memilih kandidat lain.
Konteks Politik Terkini
- Pergeseran Dukungan: Ini menandai momen pertama kalinya Bennett melampaui Netanyahu secara konsisten dalam jajak pendapat mingguan Maariv sejak kemunculannya kembali di kancah politik.
- Aliansi “Together”: Pada akhir April 2026, dua mantan PM Israel Naftali Bennett dan Yair Lapid secara resmi mengumumkan penggabungan partai mereka menjadi aliansi baru bernama Together (Beyachad) untuk menghadapi Netanyahu pada pemilu mendatang yang dijadwalkan pada Oktober 2026.
- Ancaman Kandidat Lain: Selain Bennett, tokoh seperti Gadi Eisenkot juga menunjukkan elektabilitas yang kuat, bahkan terkadang mengungguli Netanyahu dalam simulasi kesesuaian kepemimpinan.
- Krisis Internal: Penurunan dukungan terhadap Netanyahu dilaporkan dipicu oleh ketidakpuasan publik atas kebijakan perang yang berkepanjangan dan krisis sosial-ekonomi di Israel.
Informasi ini bersumber dari laporan berkala yang dilakukan oleh Lazar Research bekerja sama dengan Panel4All untuk surat kabar Maariv.






