Struk Pembelian Pertalite Menjadi Perbincangan Usai Cantumkan Harga Non-Subsidi Rp17.321 per Liter. Kok lebih mahal dari Pertamax?

Sebuah video yang beredar di media sosial memicu perdebatan setelah seorang pengemudi mobil memperlihatkan struk pembelian BBM jenis Pertalite yang mencantumkan harga non-subsidi sebesar Rp17.321 per liter.

Dalam video tersebut, pengemudi menunjukkan struk pembelian Pertalite di SPBU Rest Area KM 19 Tol Jakarta–Cikampek.

Pada struk tertanggal 2 Juni 2026 itu tercantum:

  • Harga Non Subsidi: 17.321
  • Subsidi Pemerintah: 7.321
  • Harga Jual: 10.000

Yang menjadi sorotan adalah “Harga Non Subsidi” Rp17.321 per liter.

Kok malah lebih mahal dibanding harga Pertamax? Padahal katanya Pertamax itu Non-Subsidi?

Saat tanggal 2 Juni 2026 harga Pertamax masih Rp 12.300, dan setelah naik jadi Rp 16.250.

Kalau benar harga Pertalite tanpa subsidi Rp 17.321, kenapa lebih mahal dibanding Pertamax yang non-subsidi Rp 16.250?

“Gimana ceritanya pertalite lebih mahal sih 😮‍💨,” komen netizen.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Permainan bajingan² Pertamina dari dulu, dari zaman Ibnu Sutowo, tapi masih bisa dikendalikan Harto, yg paling parah di zaman Raja Kodok Kurap. Pertalite harusnya masih bisa dijual di harga 7000-8000.