Strategi Licik Jokowi Tidak Hadir Persidangan

“JOKOWI licik, konstruksi dakwaan meletakkan ajudannya (Kompol Syarif) yang seolah jadi saksi pelapor. Modus agar JOKOWI tak hadir dalam sidang ijazah palsu,” ujar Ahmad Khozinudin, SH.

Sebelum P21, bahkan sebelum ada tersangka, semua dan Jokowi sendiri mengatakan bahwa, hanya akan menunjukkan ijazahnya di hadapan hakim, dalam persidangan.

Tapi, saat sudah P21, bahkan saat persidangan baru saja akan dimulai, sudah mulai muncul suara-suara bahwa Jokowi tak harus hadir di persidangan atau bisa lewat zoom saja.

Apakah ini sebuah strategi yang disengaja atau semacam permainan saja?

Entah kenapa orang begitu tidak percaya bahwa Jokowi akan hadir di persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo?

Padahal, Jokowi sendiri yang sudah berkali-kali mengatakan akan hadir di persidangan, membawa tidak hanya ijazah Sarjananya, tapi juga ijazah SD, SMP, dan SMA?

Bahkan, kemarin Dokter Tifa, usai mendengar dakwaan, secara lantang mewajibkan Jokowi untuk hadir di persidangan menunjukkan ijazah aslinya.

Menurut saya, tidak bisa Jokowi tidak hadir di persidangan untuk menunjukkan ijazah aslinya, karena itu sudah janjinya sendiri dan sudah berkali-kali disampaikan langsung Jokowi di hadapan publik.

Syukur-syukur, ijazah itu tak hanya ditunjukkan, tapi juga bisa dipegang, diterawang, dan diuji keasliannya, agar tak ada lagi orang yang merasa dizalimi karena ijazah itu, sekaligus tak ada lagi orang yang ragu bahwa ijazah itu benar-benar asli.

Kalau sampai Jokowi tak hadir di persidangan seperti yang dijanjikannya, maka tak bisa disebut lagi. Cap pembohong akan terus menempel dan makin sulit dihapus.

Kendatipun secara hukum, ketidakhadiran Jokowi itu sangat dimungkinkan. Sebab, kasusnya bukanlah kasus ijazah, melainkan pencemaran nama baik, fitnah, dan lain-lain, bahkan memanipulasi atau mengedit sebuah dokumen digital. Katanya begitu.

Tidak tahu juga kita, apakah Jokowi akan hadir atau tidak di persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo?

Pastinya, baik hadir atau tidak hadir, keduanya dipertimbangkan betul oleh Jokowi secara politik dan lain sebagainya.

Kalau akan menguntungkan, kenapa tidak hadir? Sebaliknya, kalau akan merugikan, buat apa hadir?

Terkait soal direndahkan serendah-rendahnya dan dihina sehina-hinanya, sudah terbukti bahwa itu hanya di mulut saja. Buktinya, sudah 3 orang dimuluskan lewat jalan Restorarive Justice (RJ).

Pertimbangannya memang lebih banyak ke arah politik. Dan itu diakui Jokowi sendiri, seperti pengakuan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, saat hadir di talkshow Rosi, KompasTV, beberapa bulan lalu.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Manusia licik, zalim akan berteman dengan sesama manusia licik dan zalim. Dan didukung pula oleh pendukung yang sama‼️