Solusi Cetak Uang

✍🏻Erizeli Jely Bandaro

Kemarin Menteri Keuangan mengatakan belum akan diaktifkan Debt Stabilization Fund (DSF). Alasannya belum krisis. Dia fokus memanfaatkan dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) dan mitigasi fiskal. Ini sinyal bahwa negara sedang di jurang krisis karena ditunda.

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa Bond Stabilization Fund (BSF) “belum perlu diaktifkan” justru menarik dibaca bukan dari apa yang dikatakan, tetapi dari mengapa wacana itu mulai muncul ke ruang publik. Terkesan pemerintah sedang ditepi jurang krisis. Namun sedang berusaha di fixing/perbaiki lewat SAL dan instrument fiscal.

Yang jadi masalah adalah dana SAL itu ada di bank Himbara, yang tidak mudah ditarik untuk buyback SBN.

Sementara solusi mengurangi anggaran APBN seperti MBG, Subsidi akan beresiko secara politik.

Keliatannya pemerintah hanya buying time. Sampai akhirnya DSF diaktifkan.

Solusinya yaitu DSF atau dalam bahasa awam “cetak uang”. Namun dilakukan secara modern, Engga pake mesin cetak. Kalau Presiden engga segera bertindak cepat, Indonesia akan jatuh lebih parah dari tahun 1998. Bukan hanya krisis moneter tapi juga fiskal.

Saya akan membahas resiko dan manfaat dari DSF.

BACA SELENGKAPNYA: https://ebandaro.id/2026/05/12/solusi-cetak-uang/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. af dan si SUPER DUPER GUOBLOK Anonim BabRun pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon: “alaaahhh…komen kadrun yg biasa nyinyir kok dipercaya. Kadrun itu iri, dengki, hasad kepada pemerintah akibat kalah terus dalam pilpres.‼️

    Netizen cerdas: “Begitu lah gambaran kualitas Otak tanpa AKAL gerombolan TerMul dan TerWo yg diwakili oleh si af dan Anonim TOLOL.‼️😜😂😝🤣