Uangnya Disita Dipertontonkan, Kasusnya apa? Pelaku/Tersangkanya mana? Mbuh, “pokoknya ada”

✍🏻Gede Pasek Suardika

Belasan triliun rupiah katanya berhasil disita dari kasus pidana yang sampai saat ini tidak jelas dimana kejadiannya dan siapa pelakunya.

Pertanyaan sederhana, ini penegakkan hukum atau hasil lobi-lobi dengan terduga pelaku?

Terus apakah semua itu hasil penegakkan hukum diatas meja atau sebenarnya masih ada dibawah meja?

Semua tidak transparan karena publik hanya diperlihatkan seremonial tumpukan uang saja.

Sementara riil kasusnya tetap gelap gulita.

Penegakan hukum kita memang lucu. Sukses menyita triliunan tanpa diketahui bagaimana kisah kasusnya dan siapa pelakunya. Dan publik tetap wajib tepuk tangan atas keberhasilan ini.

Mirip di Korea Utara juga lama-lama, semua tepuk tangan dalam ketidakmengertian.

Seharusnya ditegaskan saja, apakah ini sebenarnya hasil negosiasi atau hasil penegakkan hukum. Keduanya adalah keberhasilan bagi pemerintah. Hanya bedanya, kalau negosiasi melalui proses lobi lobi sementara kalau penegakkan hukum itu hasil proses due process of law. Hasil bagus, kejelasan juga penting.

Semoga saja setelah dikumpulkan tidak dibelikan motor oleh BGN untuk SPPG atau mobil India oleh PT Agrinas untuk Koperasi Desa Merah Putih. Jangan juga untuk beli kaos kaki, komputer, biaya EO untuk dua program emas tadi. Pakai dulu untuk jalan, bangun sekolah, meningkatkan puskesmas dan lainnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. sepakat…itu petugas manusia2 biasa lho… mereka berhasil sita katakanlah 11 trilyunan lalu mereka berniat jahat lapor pimpinan hanya sita 10 trilyun toh atasan tdk akan tahu.1 trilyun mereka bagi2 bersama..