SINTING! Pria Curi Tas Mahasiswi Berisi Laptop Skripsi Saat Shalat Zuhur di Masjid Makassar

Aksi pencurian tas milik seorang mahasiswi terjadi di Masjid Al-Fatah, Jalan Letjen Hertasning, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 12.21 WITA. Peristiwa kriminal yang terekam jelas oleh kamera CCTV ini menjadi viral setelah videonya beredar luas di media sosial.

Berikut adalah detail poin-poin penting terkait kejadian tersebut:

Berikut beberapa detail penting terkait insiden pencurian tersebut:

  • Kronologi Kejadian: Pelaku (seorang pria) masuk ke area jemaah perempuan melalui pintu masjid saat kondisi sedang sepi. Ia memanfaatkan momen kelengahan saat korban tengah khusyuk melaksanakan ibadah salat Zuhur. Ketika korban sedang dalam posisi sujud, pelaku dengan cepat mengambil tas yang diletakkan di lantai dekat tempat salat lalu melarikan diri.
  • Barang yang Hilang: Di dalam tas korban terdapat barang-barang berharga yang sangat penting, meliputi dompet, telepon seluler (HP Samsung Galaxy), charger, serta sebuah laptop yang sedang digunakan korban untuk menyusun skripsi.
  • Kerugian & Tindakan Hukum: Total kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp10 juta. Korban telah melaporkan kasus ini ke pihak Polsek Rappocini. Saat ini, aparat kepolisian tengah mempelajari rekaman CCTV serta memeriksa saksi-saksi guna mengidentifikasi dan memburu terduga pelaku yang wajahnya sempat terlihat jelas di kamera pengawas.

[Rekaman CCTV]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. emang sdh ga da etika maling sekarang…yg sholat jamaah bawa motor juga sekarang sering kehilangan/ dimaling
    astaghfirullah al adzim 😭😭

  2. Kejadian ini menunjukkan bahwa ruang ibadah juga perlu memiliki prosedur perlindungan yang jelas, terutama ketika jamaah membawa barang penting seperti laptop. Rekaman CCTV memang membantu penelusuran setelah kejadian, tetapi pencegahan dapat diperkuat melalui pengawasan akses ke area perempuan, titik penitipan barang yang terlihat, serta pengingat singkat kepada jamaah. Keamanan yang baik tetap perlu dijalankan tanpa mengurangi kenyamanan orang yang sedang beribadah.