Sialnya, Prabowo ada disana dan ikut tanda tangan!

Maung

Presiden Prabowo membawa kendaraan sendiri ke KTT Asean di Cebu, Filipina.

Baiklah. Sementara kendaraan menjadi sensasi tersendiri di Cebu, tidak ada informasi bagaimana kendaraan itu bisa sampai kesana.

Dugaan saya, kendaraan ini diangkut khusus oleh pesawat Hercules C-130.

Prabowo pernah berkunjung ke Gorontalo dan Maung ini diangkut dengan pesawat Hercules C-130. Kemungkinan Maung yang dipakai dalam kunjungan ke Cebu juga diangkut pesawat yang sama.

Yang punya kebiasaan “bawa mobil sendiri dari rumah” itu adalah Presiden Amerika Serikat. Mobil kepresidenan Amerika adalah mobil khusus yang dirancang anti peluru dan misil. Ia sangat berat. Ini untuk memberikan perlindungan maksimal pada kepala negara AS.

Saya tidak tahu spesifikasi Maung. Mestinya juga anti peluru. Namun belum jelas apakah juga anti-misil atau IED (improved explosive devices) yang banyak dipakai gerilya di Irak dan Afghanistan ketika melakukan serang mendadak (ambush).

Maung sebenarnya bukan kendaraan sipil. Ia kendaraan taktis militer. Namun yang dipakai oleh presiden adalah versi mewah MV3 Garuda Limousine.

KTT seperti ini tidak saja menjadi pertemuan antar kepala negara. Ia juga jadi ajang adu gengsi antara kepala-kepala negara.

Sultan Bolkiah dari Brunie datang dengan mempiloti sendiri pesawat pribadinya yang super mewah. Ia datang dengan Boeing 747 8 BBJ versi bisnis yang super mewah itu. Pesawat ini punya double deck.

Hanya saja, saya memperhatikan foto-foto KTT ASEAN kali ini. Tampak sekali bahwa ada sesuatu yang hilang: keakraban di antara pemimpin ASEAN.

Suasana terlihat dingin. Mungkin karena semua negara menghadapi krisis. Namun jelas, kerjasama antar negara ASEAN tidak terbangun dalam menghadapi krisis ini.

Presiden kita, walaupun diterima dengan keramahan diplomatis, tampaknya juga tidak menampakkan ‘perbawa’ sebagai pemimpin regional. Prabowo tampak lebih nyaman berada di lingkaran negara-negara besar, dengan Trump, Netanyahu, Putin, dll.

Biasanya, Indonesia adalah “ikan besar di kolam ASEAN yang kecil” namun menguasai posisi strategis.

Maung kepresidenan ini mungkin menjadi pameran kekuatan. Presiden kita menolak BMW 760i Protection yang disediakan tuan rumah. Dia nyaman dengan Maung-nya itu.

Dan, itulah. Dia tampak lain sendiri. Dan tentu, dia bukan tandingan Sultan Hasanal Bolkiah.

Dan, negara-negara yang lebih kaya dari Indonesia, mereka lebih memilih diam.

Indonesia rupanya bukan lagi sekutu yang bisa diandalkan. Bisa jadi.

Karena kita lebih dekat dengan Trump, yang memulai perang dengan Iran hanya delapan hari setelah BoP ditandatangani. Sialnya, Prabowo ada disana dan ikut tanda tangan!

(Made Supriatma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar