Setelah Perundingan Gagal, Trump Ancam Blokade Laut

Setelah perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada 12 April 2026, Presiden Donald Trump membagikan artikel di Truth Social yang mengisyaratkan strategi “blokade laut” sebagai langkah selanjutnya.

Kegagalan Perundingan Islamabad

Negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad tersebut merupakan pertemuan tatap muka tingkat tertinggi antara kedua negara sejak revolusi 1979. Namun, pembicaraan berakhir buntu karena beberapa alasan utama:

  • Komitmen Nuklir: Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan bahwa Iran menolak memberikan “komitmen fundamental” untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.
  • Selat Hormuz: Masalah kontrol dan biaya transit di Selat Hormuz tetap menjadi titik perselisihan serius.
  • Tuntutan yang Saling Bertentangan: Iran menganggap tuntutan AS “berlebihan,” sementara AS mengklaim telah memberikan “penawaran terakhir dan terbaik”.

Strategi Blokade Laut yang Diusulkan

Artikel yang dibagikan oleh Trump berasal dari situs berita Just the News berjudul “The Trump card the president holds if Iran won’t bend: a naval blockade” (“Kartu truf yang dimiliki presiden jika Iran tidak mau berkompromi: blokade angkatan laut”). Poin-poin kunci dari strategi tersebut meliputi:

  • Model Venezuela: Artikel tersebut menyarankan penggunaan strategi serupa dengan yang diterapkan terhadap Venezuela untuk melumpuhkan ekonomi melalui kontrol ketat di wilayah perairan.
  • Kontrol Selat Hormuz: Mengusulkan agar Angkatan Laut AS mengambil kendali penuh atas lalu lintas kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz untuk menghentikan ekspor minyak Iran.
  • Tekanan Ekonomi: Target utama blokade ini adalah pembeli minyak Iran, termasuk China dan India, guna memaksa Tehran untuk berkompromi.

Respons dan Perkembangan Terkini

  • Posisi Trump: Sebelum perundingan berakhir, Trump sempat menyatakan bahwa “tidak masalah” baginya apakah kesepakatan tercapai atau tidak, karena ia menganggap AS sudah menang di medan perang.
  • Langkah Militer: Bersamaan dengan gagalnya perundingan, militer AS melaporkan dua kapal perusak telah melewati Selat Hormuz untuk memulai pembersihan ranjau laut guna memulihkan arus perdagangan global.
  • Peringatan Iran: Pihak Iran memperingatkan bahwa ancaman blokade akan menjadi bumerang dan menegaskan mereka tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan militer.

Meskipun perundingan kali ini gagal, mediator dari Pakistan dan beberapa analis menyarankan agar kedua pihak tetap mempertahankan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang masih berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. dibawah selat hormus ada jaringan kabel internet internasional.kalo iran memotong kabel internet bawah lautnya, kelar dah kita.. transaksi qris,transfer uang,atm,ojol,belanja online mati total. runyam urusanya..🤪

  2. ☫ iran sebaiknya rudal saja seluruh pesawat ✈ tempur Amerika 🗽 Serikat, kapal 🚢 induk, kapal 🚢 perang dan kapal selam yang datang ke Teluk persia biar pada kalo mati di laut 🌊 tenggelam jadi makanan ikan hiu 🦈 🤣 😂