Indonesia, Kok Belum Jadi Negeri Kristen?

“Kepada Indonesia ada satu janji khusus yang diberikan, yang mengungkapkan kerinduan-Nya yang sangat besar, yang memberikan harapan yang pasti bahwa bangsa ini akan dipulihkan. Hal itu tertulis dalam Yesaya 60: 7-9.

Hampir 3.000 tahun yang lalu, Yesaya melihat ada suatu bangsa di mana dia tidak tahu bangsa apa itu.

Namun dari sekitar 200 negara yang ada saat ini, ayat ini paling cocok untuk bangsa Indonesia, karena jika melihat ciri-ciri atau karakteristik bangsa yang ditulis Yesaya, maka ciri-ciri tersebut sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia.

  1. Negeri itu keturunan Kedar Nebayot. Indonesia keturunan Ismael rohani terbesar di dunia –kalau rakyat di negara-negara Timur Tengah dijumlahkan, maka jumlah penduduk keturunan Ismael secara rohani di Indonesia masih lebih besar.
  2. Negeri itu negri yang memiliki banyak pulau. Indonesia mempunyai lebih dari 17.000 pulau.
  3. Negeri yang jauh (negeri yang paling jauh dari Yerusalem adalah Indonesia). Ujung bumi ada di Indonesia, karena di Indonesia masih tertinggal, zaman pra sejahtera, puluhan suku masih hidup primitive – Papua (Kisah Para Rasul 1:8).
  4. Negeri itu berlimpah emas dan perak. Fakta membuktikan bahwa bangsa Indonesia berlimpah dengan kekayaan-Nya.”

[Sumber: buku tipis ‘Transformasi Indonesia’]

***

Di awal reformasi dulu, ada buku tipis yang ditulis oleh para pendeta senior dari kalangan Injili yang berjudul Transformasi Indonesia.

Buku yang ditulis dengan bahasa super optimis, semacam euforia, akan munculnya era penggenapan amanat agung di Indonesia, bahwa di tahun 2020 Indonesia sudah menjadi negeri Kristen.

Menurut Jeff Hammond, misionaris asal Amerika, mulai tahun 2005 akan ada tuaian besar (orang berbondong-bondong masuk Kristen) dan di tahun 2020, Indonesia sudah jadi Kristen. Karenanya, kekristenan negeri Indonesia itu adalah janji Tuhan dalam alkitab.

Makanya tak perlu kaget, kalau ada misionaris promosinya ngotot, segala cara dipake, ngaku lulusan pesantren, mantan kyai, dan bahasa bombastis lainnya, maklum mereka itu ibaratnya sales yang dikejar target.

Dari perspektif sejarah, kaum Zionis mencaplok Palestina itu hanya sebuah pengulangan sejarah. Karena dulu, saat awal bangsa kulit putih menduduki Amerika, mereka mengkampanyekan benua Amerika sebagai Yerusalem Baru.

Kalau dalam versi lain di Indonesia, narasi tumpesing santri Tanah Jawa dan bangkitnya lagi Majapahit yang menganut agama kawruh (agama Kristen) itu populer di kalangan penganut ajaran Darmogandhul.

Sabdopalon Nayagenggong akan mengembalikan kejayaan Mahapahit setelah 400 keruntuhannya. Empat ratus tahun itu berarti tahun 1878 kalau dihitung dari 1478. Lha kok tahun itu, gagal bangkit maka direvisi lagi 500 tahun, 1978, saat tuntutan kebatinan disejajarkan agama.

Tapi pasca 1978 kok malah jumlah santri membesar? Saya belum tahu oleh kaum Rahayu penganut Darmogandhul sekarang ramalannya mau ditambah berapa ratus tahun lagi.

Nah, kembali ke buku Transformasi Indonesia lagi, sampai tahun 2026 ini saya belum ketemu buku Transformasi edisi revisi karena ternyata kelompok ini gagal mengkristenkan muslim Indonesia, yang ada mereka hanya bisa membajak umat gereja lain.

(Arif Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. yang ada mereka pakai peci, pura-pura sholat, pakai kerudung sambil bawa beras, minyak, gula dan indomie … ngaku murtad tapi tata cara sholat aja gak tau.. bilang maling, pembuhun, pemerkosa pun bisa masuk surga barengan dengan para korban-korban-nya, karena semua dosa sudah diampuni