
🇮🇷Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dan juga Ketua Juru Runding Iran dalam pernyataan terbaru di akun X (29/5/2026):
1- Kita memperoleh konsesi bukan melalui dialog, tetapi melalui rudal; dalam negosiasi kita hanya menjelaskan konsesi tersebut.
2- Kita tidak percaya pada jaminan dan kata-kata; hanya perilaku yang menjadi kriteria. Tidak akan ada tindakan yang diambil sebelum pihak lain mengambil tindakan.
3- Pemenang dari setiap perjanjian adalah pihak yang lebih siap untuk perang keesokan harinya.
***
Eskalasi Militer Terkini di Lapangan
Meskipun ada pembicaraan gencatan senjata, konfrontasi bersenjata justru kembali pecah akibat pelanggaran batas wilayah:
- Serangan AS di Bandar Abbas: Militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target militer strategis di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran Selatan. Iran menuding serangan ini sebagai “pelanggaran serius” terhadap kesepakatan damai yang sedang dirintis.
- Serangan Balasan Iran ke Pangkalan AS: Menanggapi gempuran di Bandar Abbas, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Kuwait. Hal ini memicu pemerintah Kuwait meningkatkan status keamanan ke level tertinggi pada fasilitas militer mereka.
- Gesekan di Selat Hormuz: Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat nirawak (drone) milik AS serta menembaki 4 kapal di Selat Hormuz yang dituding melakukan provokasi tanpa izin otoritas Teheran






